Share

Dokter: Di Tengah Pandemi Bukber Itu Berbahaya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 15:57 WIB
$detail['images_title']
Bukber (Foto: Eat this)

Klaster perkantoran mengkhawatirkan banyak orang, khususnya mereka yang sudah kembali bekerja di kantor (work from office). Sebab, penularan Covid-19 belakangan ini banyak terjadi di tempat kerja.

Ini semakin berbahaya karena di bulan Ramadhan, acara buka bersama atau bukber dengan teman kantor kerap dilakukan. Padahal, aktivitas tersebut berisiko besar terjadinya paparan Covid-19 antarkaryawan.

 buka bersama

Karena itu, Dokter Spesialis Paru dr Agus Dwi Putranto, SpP, menyarankan untuk semua karyawan atau pengelola perusahaan agar tidak mengadakan bukber di kantor.

"Bukber ataupun makan bersama itu berisiko tinggi terpapar Covid-19 di tengah pandemi. Sebab, Anda dipastikan membuka masker, duduk berdekatan, dan akan ngobrol. Aktivitas tersebut memicu penyebaran virus jarak dekat," terangnya dalam webinar kesehatan, Rabu (5/5/2021).

Dengan alasan tersebut, dr Agus menegaskan, tidak usah mengadakan bukber di area perkantoran, ataupun di lokasi lain. Sebab, selama masa pandemi ini belum selesai, maka risiko akan tetap ada sekalipun Anda sudah divaksin Covid-19.

"Lagipula, kita enggak ada yang tahu apakah teman kantor kita itu OTG atau sedang membawa virus Covid-19 walau terkesan baik-baik saja. Jadi, sebagai bentuk antisipasi dan menyelamatkan banyak nyawa manusia, kami sarankan tidak ada bukber," katanya.

Jika terpaksa buka di kantor karena pekerjaan belum selesai sampai waktu berbuka puasa tiba, dr Agus menyarankan agar makan takjilan di meja kantor saja. Setelah itu, segera ibadah maghrib dan pulang.

"Kalau sampai bedug maghrib masih di kantor, maka kami sarankan buka di meja kantor masing-masing. Jangan sampai Anda datangi suatu tempat yang mana semua orang berkumpul di sana membuka masker. Kalau sudah buka puasa, salat Maghrib dan pulang. Makan besarnya di rumah saja," sarannya.

(DRM)