Share

Jangan Sampai Kekurangan Vitamin D, Ketahui Bahayanya

Ratu Syra Quirinno, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 13:23 WIB
$detail['images_title']
Vitamin D. (Foto: Shutterstock)

Terlalu sedikit mendapat paparan sinar matahari, khususnya saat musim hujan. Dikarenakan tubuh membuat vitamin D saat kulit terkena sinar matahari, Anda mungkin berisiko mengalami defisiensi jika tinggal di rumah, tinggal di garis lintang utara, mengenakan jubah panjang atau penutup kepala, atau terus-menerus bekerja di dalam ruangan.

Jika Anda memiliki kulit gelap, pigmen melanin mengurangi kemampuan kulit untuk membuat vitamin D dari paparan sinar matahari. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa dengan kulit lebih gelap berisiko tinggi kekurangan vitamin D.

Baca juga: Cemas, Coba Konsumsi Berbagai Vitamin Berikut Ini 

Seiring bertambah usia, makin turun kemampuan ginjal untuk mengubah vitamin D menjadi bentuk aktifnya, sehingga meningkatkan risiko kekurangan vitamin D. lalu menurunnya kemampuan saluran pencernaan untuk menyerap vitamin D secara memadai, mengakibatkan masalah medis tertentu, termasuk penyakit crohn, fibrosis kistik, dan penyakit celiac.

Cara paling akurat untuk mengukur seberapa banyak vitamin D dalam tubuh adalah tes darah 25-hidroksi vitamin D. Kadar 20–50 nanogram/mililiter dianggap cukup untuk orang sehat. Jika kurang dari 12 ng/mL menunjukkan defisiensi vitamin D.

Pedoman dari Institute of Medicine mengemukakan diet yang direkomendasikan (RDA) untuk vitamin D adalah 600 unit internasional (IU) untuk orang usia 1–70 tahun, dan 800 IU untuk orang dewasa yang berusia lebih dari 70 tahun. Dokter mungkin meresepkan lebih dari 4.000 IU untuk memperbaiki kekurangan vitamin D.

Follow Berita Okezone di Google News

(han)