Share

Semakin Canggih, Layanan Kesehatan Hadapi Ancaman Kejahatan Siber

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Selasa 06 April 2021 18:05 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Pada institusi layanan kesehatan atau rumah sakit, lazimnya yang diserang adalah Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang mengintegrasikan layanan rekam medis, diagnosa, hasil pemeriksaan laboratorium, resep obat hingga pembayaran.

“Data-data itu sangat rahasia sekaligus berharga. Ingat pula, ancaman bukan hanya datang dari luar, namun juga kalangan internal. Lebih dari 59% serangan siber terhadap data itu ternyata dilakukan orang dalam,” kata Perwakilan Fortinet Indonesia Edwin Lim.

Kewaspadaan layanan kesehatan, termasuk rumah sakit, kata Edwin, juga menjadi keharusan karena tingkat serangan setiap tahunnya meningkat 60% setiap tahunnya. Pihak penyerang akan mencoba segala celah.

Termasuk, melalui email yang kata kuncinya sangat lemah atau kelengahann lain yang dilakukan berbagai pihak di lingkungan rumah sakit, bahkan tim teknologi informasi sendiri.

Edwin mencontohkan, serangan ini terjadi di Eropa, Amerika Serikat dan yang terdekat dengan kita, Singapura pada 2018, itu yang terpublikasi, serta di Indonesia sempat masuk di pemberitaan sebuah rumah sakit diserang menggunakan malware.

(mrt)