Share

Hari Tuberkulosis Sedunia, Begini Upaya Pemerintah Memberantasnya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 24 Maret 2021 13:47 WIB
$detail['images_title']
Tuberkulosis (Foto: Shutterstock)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menilai selama masa pandemi, kesadaran masyarakat untuk mengobati penyakit di luar Covid-19 menurun secara drastis. Salah satu penyakit dengan penurunan temuan kasus terbanyak adalah tuberkulosis (TB).

Indonesia menjadi negara dengan beban tuberkulosis  terbesar kedua setelah India. Dan menurut data Kemenkes, saat ini terdapat 316 rakyat Indonesia dari 100 ribu yang terkena TB. Tentunya penyakit yang menyerang saluran pernapasan manusia ini juga harus mendapatkan perhatian penting.

 Menkes Budi

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Kemenkes harus terus melakukan tindakan promotif dan preventif di bidang TB. Hal ini wajib dilakukan sambil menjalankan program-program yang bersifat kuratif. Ia pun menjelaskan secara singkat tentang upaya yang bakal dilakukan Kemenkes.

“Preventif ini adalah hal-hal yang sifatnya important, sementara kuratif adalah hal yang urgent. Promotif jauh lebih murah, sementara kuratif itu lebih mahal. Promotif ini sifatnya lebih masif, sementara kuratif sifatnya lebih sedikit,” terang Menkes Budi, Dalam acara Puncak Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia’, Rabu (24/3/2021).

Lebih lanjut Kementerian Kesehatan akan melakukan langkah-langkah yang lebih agresif untuk bisa menurunkan TB di Tanah Air. Beberapa diantaranya mulai dari hal yang dipelajari, serta bagaimana bisa mendapatkan kualitas data dan digitalisasi laporan yang lebih baik lagi.

“Pandemi Covid-19 mendidik pemerintah bagaimana masalah data ini, kalau tidak rapih meminta data dan laporan maka tidak memiliki informasi yang lengkap untuk mengambil keputusan atau merumuskan kebijakan yang tepat. Oleh sebab itu salah satu langkah untuk memperbaiki data yang tepat mengenai TB harus dilakukan,” tuntasnya.

(DRM)