Share

Terkendala Pandemi, Kemenkes Targetkan Turunkan Kasus Tuberkulosis pada 2030

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 24 Maret 2021 12:57 WIB
$detail['images_title']
Tuberkulosis (Foto: Deposit Photos)

Hari Tuberkulosis Sedunia dirayakan pada 24 Maret tiap tahunnya. Sama seperti tahun lalu, Hari Tuberkulosis Sedunia berlangsung di tengah pandemi Covid-19 yang belum kunjung mereda. Kondisi seperti ini tentunya menjadi tugas berat pemerintah untuk mengatasinya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kesehatan bukan hanya menyembuhkan dari sakit, tapi juga harus membangun orang sehat. Kesehatan itu bukan eksklusif untuk orang-orang tertentu, atau orangtua, tapi mulai dari anak baru lahir hingga remaja.

 Menkes Budi

Dalam acara Puncak Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia’, yang disiarkan langsung di YouTube Kementerian Kesehatan, Rabu (24/3/2021). Menkes Budi mengatakan, pemerintah diminta untuk menurunkan prevalensi dari penyakit-penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di Indonesia.

“Salah satunya adalah penyakit yang terkait dengan respiratory disease, dimana tuberkulosis (TB) masuk di dalamnya. Berdasarkan data saat ini, terdapat 316 rakyat Indonesia dari 100 ribu yang terkena TBC. Sementara target pemerintah adalah menurunkan dari 316 menuju 65 per 100 ribu rakyat Indonesia yang terkena TB,” kata Menkes Budi.

Meski saat ini pemeriksaan TB masih terkendala karena Covid-19, tapi Menkes Budi mengaku tetap optimis. Ia berharap angka kasus Covid-19 bisa terus ditekan sehingga TB dapat tereliminasi sesuai dengan target yang dicanangkan sebelumnya yakni 2030.

“Walaupun di 2030 kata hati saya kalau bisa lebih rendah lagi dari 65 per 100 ribu. Dalam 2020 di masa pandemi Covid-19, angka penemuan kasus TBC menurun sangat drastis yang juga kemungkinan karena orang takut keluar dan datang ke puskemas karena takut terkena Covid-19, sehingga penanganan TBC mengalami penurunan yang cukup drastis tahun ini,” tuntasnya.

(DRM)