Share

Hari Ginjal Sedunia, Ini Penyebab Terbanyak Penyakit Gagal Ginjal

Antara, Jurnalis · Kamis 11 Maret 2021 17:40 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi penyakit gagal ginjal. (Foto: Shutterstock)

Di Indonesia, pasien yang menjalani hemodialisis paling banyak usia produktif yakni 45–54 tahun, diikuti usia 55–64 tahun. Terapi ini masih terbanyak dilakukan pasien dengan total 99 persen, dibanding CAPD yang baru 1 persen dari layanan terapi pengganti ginjal. Sementara itu, masih sangat sedikit pasien yang menjalani transplantasi ginjal.

Dokter spesialis ginjal sekaligus gizi dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Haerani Rasyid mengatakan pasien yang mengalami masalah ginjal termasuk gagal ginjal akan mengalami keluhan-keluhan terkait pemenuhan nutrisinya seperti mual, menurunnya nafsu makan seiring penurunan fungsi ginjalnya. Akibatnya, rentan mengalami malnutrisi dan ini akan lebih menurunkan kualitas hidupnya.

Baca juga: Hari Ginjal Sedunia, Ini 5 Fakta Mengejutkan yang Terjadi di Indonesia 

"Kami coba memberikan intervensi nutrisi sesuai dengan beratnya penurunan fungsi ginjal serta modalitas terapi pada kondisi pasien, apa dia menjalani proses hemodialisis atau tidak," ungkapnya.

Intervensi nutrisi yang dilakukan berupa pemberikan gizi sehat bagi pasien dengan komponen makronutirisi seperti karbohdirat, protein dan lemak, serta mikro seperti vitamin dan mineral.

Ia mengingatkan, pasien tetap harus melakukan aktivitas fisik untuk menunjangnya hidup berkualitas. Diperlukan pemberdayaan pasien dan keluarga untuk membantu pasien menjaga kesehatannya, termasuk diet yang baik, minum obat teratur, dan melakukan aktivitas fisik sesuai kondisi pasien.

(han)