Share

Manfaat Berhenti Konsumsi Pemanis Buatan, Bisa Kurangi Sakit Kepala Lho

Sausan Sudarjat, Jurnalis · Kamis 11 Maret 2021 05:05 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi pemanis buatan. (Foto: 8photo/Freepik)

PEMANIS buatan diketahui menimbulkan bahaya untuk tubuh manusia karena terbuat dari bahan kimia. Pemanis buatan sendiri biasanya ada di makanan seperti biskuit, permen, es krim, dan sebagainya. Lalu ada juga di minuman bersoda.

"Kami dulu mengira pemanis buatan adalah jawaban untuk segalanya, tapi ternyata tidak baik. Ini adalah bahan kimia serius yang mungkin memiliki efek buruk pada kesehatan Anda," jelas Brooke Alpert MS RD CDN, ahli nutrisi sekaligus penulis buku kesehatan, seperti dilansir laman Prevention.

Baca juga: Sejumlah Vaksin Diuji Lawan Varian Baru Virus Corona, Ini Hasilnya 

Oleh karena itu, pemanis buatan perlu dihindari, atau bahkan tidak dikonsumsi. Ada beberapa manfaat yang akan didapat jika berhenti mengonsumsi pemanis buatan. Berikut penjelasannya, sebagaimana dirangkum dari laman The Healthy.

1. Mengurangi risiko diabetes

Pemanis buatan dapat menyebabkan diabetes tipe 2. Sebuah studi pada 2009 di jurnal Diabetes Care menemukan bahwa minum soda diet tiap hari dengan pengganti gula dapat meningkatkan kemungkinan terkena diabetes tipe 2 sebesar 67 persen.

Ilustrasi pemanis. (Foto: Azerbaijan Stockers/Freepik)

2. Kurangi sakit kepala

Kebiasaan mengonsumsi gula buatan akan membuat Anda menderita sakit kepaala karena tiba-tiba kekurangan kafein. "Namun, sakit kepala akan mereda seiring waktu dan dapat diminimalkan dengan mengurangi kafein lebih lambat," kata Caroline Cederquist MD, ahli metabolisme dan penurunan berat badan. Sementara itu, cobalah pengobatan rumahan ini untuk sakit kepala.

Baca juga: Obat Hipertensi dan Diabetes Ternyata Tidak Merusak Ginjal 

3. Penurunan berat badan stabil

Caroline Cederquist MD mengatakan bahwa untuk tetap kenyang sepanjang hari dengan menjaga kalori tetap rendah, banyak orang akan minum lima atau enam soda diet dan makan hanya saat malam. Meskipun tidak banyak makan (total asupan kalori harian mereka tidak tinggi), mereka tetap tidak bisa menurunkan berat badan. Masalahnya ada di pengganti gula itu.

"Pemanis buatan yang dikonsumsi sendiri, tanpa makanan, dapat memicu pelepasan insulin, karena tubuh mengharapkan sesuatu yang manis," jelas Cederquist, "Insulin adalah hormon yang membantu penyimpanan lemak."

Makan makanan teratur untuk menghindari lonjakan insulin dan Anda bisa mulai melihat kelebihan berat badan turun.

4. Bertambah gemuk

Cederquist mengatakan, ketika Anda mengubah penggunaan gula buatan dengan gula asli, ini akan menambah kalori kosong yang dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Salah satu cara terhindar dari masalah ini adalah gantilah dengan air atau teh herbal tanpa pemanis dan mengonsumsi makanan mengandung protein tanpa lemak, serat, dan lemak sehat untuk membuat Anda kenyang.

Baca juga: Tenang, Vaksin yang Digunakan saat Ini Efektif Lawan Mutasi Covid-19 

5. Kebiasaan ingin makan manis menghilang

Berdasarkan hasil penelitian dari The University of Sydney, dalam observasi terhadap hewan, makanan dengan pemanis buatan membuat otak ingin terus mengonsumsi gula dan kalori.

"Temuan ini makin memperkuat gagasan bahwa variasi makanan dan minuman olahan 'bebas gula' mungkin tidak inert seperti yang kami perkirakan," kata penulis studi Herbert Herzog MD dalam keterangan resminya.

Ketika otak mengantisipasi makanan manis dan kemudian tidak mendapatkan kalori yang diharapkan, maka akan memicu keinginan untuk memakan makanan manis.

1
2