Share

Vaksin AstraZeneca Tiba, Dokter: Kabar Gembira karena Jadi Punya Pilihan

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 09 Maret 2021 16:13 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Vaksin AstraZeneca. (Foto: Shutterstock)

PADA Senin 8 Maret 2021 Vaksin AstraZeneca sudah tiba di Indonesia. Dengan masuknya vaksin covid-19 dari AstraZeneca ini maka Indonesia memiliki pasokan beragam untuk program vaksinasi massal selain CoronaVax buatan PT Sinovac Biotech asal China.

Lalu terkait emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat Vaksin AstraZeneca sendiri sudah diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Selasa 9 Maret pagi. Ini artinya Vaksin AstraZeneca sudah siap digunakan sebagai pilihan vaksin di program vaksinasi nasional yang digelar pemerintah.

Baca juga: BPOM Terbitkan EUA Vaksin AstraZeneca dengan Kemanjuran 62% 

Di sisi lain, penggunaan Vaksin AstraZeneca di beberapa negara seperti Prancis, Austria, dan Korea Selatan sedang ditangguhkan. Sebab, ada kasus kematian setelah menjalani vaksinasi. Ditambah, dikatakan efikasi Vaksin AstraZeneca disebutkan rendah.

Vaksin covid-19. (Foto: 8photo/Freepik)

Menanggapi isu penggunaan Vaksin AstraZeneca tersebut, dokter spesialis paru Dr dr Erlina Burhan M.Sc SpP(K) mengatakan sebetulnya masyarakat Indonesia tidak perlu cemas berlebihan tentang efektivitasnya. Sebab, secara klinis Vaksin AstraZeneca sudah lulus uji dari BPOM. Hal ini tidak hanya di Indonesia, tapi juga luar negeri.

Baca juga: Bolehkah Lansia Disuntik Vaksin AstraZeneca? 

"Vaksin ini sudah lulus EUA, bukan hanya BPOM, tapi dari luar juga, karena efikasi dan keamanannya sudah memenuhi syarat. Efikasinya sekitar 60–90 persen. Uji klinisnya juga digelar di beberapa negara, sama kayak Sinovac di tiga negara. Efikasi ini enggak usah khawatir, karena sudah memenuhi rekomendasi dari WHO yakni di atas 50 persen. Makanya Badan POM keluarin EUA," jelas dr Erlina dalam webinar, Selasa (9/3/2021).

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara untuk kasus kematian usai disuntik vaksin di beberapa negara sehingga mengakibatkan penangguhan pemakaian Vaksin AstraZeneca, dr Erlina menjelaskan bahwa hal tersebut berkaitan dengan kebijakan internal masing-masing negara. Sejauh ini masih diteliti apakah kasus kematian itu memang berhubungan langsung dengan vaksin atau karena ada sebab lainnya.

Baca juga: Bio Farma Jelaskan Penyebab Terbatasnya Pasokan Vaksin Covid-19 di Indonesia 

Untuk Indonesia sendiri, ia menilai masuknya Vaksin AstraZeneca sebetulnya bisa disambut baik karena artinya punya pilihan vaksin untuk memvaksinasi masyarakat.

"Untuk Indonesia, saya kira justru gembira ya karena ada pilihan, juga bahwa segera kita bisa mencapai herd immunity. Kalau ini (herd immunity) enggak tercapai maka siklus penularan terus terjadi. Sementara kita ini perlu cepat, merambah ke kelompok masyarakat lainnya. Sementara kita tahu, ketersediaan Vaksin Sinovac juga terbatas," pungkasnya.

1
2