Share

Hari Obesitas Sedunia, Ini Penyebab dan Langkah Penanganannya

Antara, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 10:24 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi obesitas. (Foto: Shutterstock)

Penanganan Obesitas

Terkait penanganan obesitas, Prof Suastika menjelaskan bahwa seperti penyakit kronis lainnya, tidak ada solusi yang mudah untuk menangani obesitas. Hal ini dikarenakan obesitas adalah penyakit multifaktor yang membutuhkan pendekatan dari berbagai segi, termasuk pengaturan nutrisi, aktivitas fisik, intervensi psikologis, dan juga obat-obatan atau tindakan operatif apabila dibutuhkan.

"Kita harus bergerak maju dari pendekatan awal yang sederhana seperti 'kurangi asupan dan lebih banyak bergerak'. Kita harus mengatasi penyebab utama obesitas," ungkap rektor Universitas Udayana Bali periode 2013–2017 ini.

Baca juga: Ini 7 Masalah Kesehatan Akibat Obesitas, Yuk Segera Dihindari 

Membahas lebih lanjut mengenai solusi komprehensif untuk menangani obesitas, Profesor Suastika mengingatkan bahwa diperlukan program-program dengan intervensi komunitas yang berskala besar dan melibatkan pemerintah, praktisi kesehatan, media, dan masyarakat.

"Fokus kita seharusnya adalah untuk menetapkan obesitas sebagai penyakit kronis yang serius dalam agenda kesehatan nasional dan meningkatkan edukasi gaya hidup sehat, termasuk di sekolah-sekolah," jelas dia.

Profesor Nurpudji menambahkan, mengubah pola hidup menjadi lebih sehat adalah kunci utama dari perawatan penderita obesitas.

"Modifikasi gaya hidup adalah dasar dari perawatan dan pencegahan penyakit kronis seperti obesitas. Seseorang dengan kondisi obesitas (IMT >25) harus segera mencari bantuan profesional untuk intervensi sesuai dengan kondisinya," katanya.

"Obesitas dapat dicegah dengan pola makan sehat yang seimbang, berolahraga minimal 150 menit per minggu, dan memonitor IMT secara rutin," tambah dia.

Baca juga: Kabar Baik, Ajak Anak Gowes Turunkan Risiko Obesitas saat Pandemi 

Pemerintah melalui Kemenkes juga telah mengembangkan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di masyarakat untuk memberikan edukasi tentang kebiasaan hidup sehat yaitu "CERDIK".

"CERDIK" sendiri meliputi: Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik olah raga, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, serta Kelola stres.

Ada pula "Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)" yang gencar dipromosikan pemerintah demi masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

(han)