Share

Cara Tepat Memilih Tensimeter untuk Digunakan di Rumah

Antara, Jurnalis · Senin 01 Maret 2021 11:18 WIB
$detail['images_title']
Alat pengukur tekanan darah atau tensimeter. (Foto: Prostooleh/Freepik)

Hipertensi jas putih sering ditemukan pada pasien hipertensi derajat 1 (tekanan darah siatolik 140–159 dan atau tekanan sistolik 90–99 mmHg) pada pemeriksaan di klinik tapi pada pengukuran di rumah tekanan darah normal.

"Pada individu ini tidak perlu diberikan pengobatan namun perlu pemantauan jangka panjang karena berisiko terjadi hipertensi di kemudian hari. Prevalensi diperkirakan 2,2–50 persen dan sangat dipengaruhi oleh cara pengukuran di klinik," lanjutnya.

Baca juga: Bagaimana Cara Mengecek Tekanan Darah di Rumah? 

Ia menambahkan, sebaliknya hipertensi terselubung menunjukkan tekanan darah normal saat diperiksa di klinik, tapi pengukuran di luar klinik hasilnya menunjukkan tekanan darah yang meningkat. Dari berbagai studi prevalensi adalah 9–48 persen. Hipertensi terselubung ini mempunyai risiko tinggi kerusakan organ.

"Untuk mengetahui hipertensi jas putih dan hipertensi terselubung dibutuhkan pemeriksaan tekanan darah di rumah yang selanjutnya disingkat dengan PTDR (pengukur tekanan darah di rumah)," ungkap dia.

Baca juga: Makanan Ini Bakal Ganggu Kondisi Tulangmu Lho 

PTDR bermanfaat di tengah pandemi karena pasien lebih memilih berada di rumah dan enggan ke rumah sakit. Dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah sendiri, pasien dapat memanfaatkan layanan kesehatan daring dalam berkonsultasi kepada dokter yang merawat mereka.

"PTDR ini disarankan pada pasien hipertensi terutama bagi pasien hipertensi dengan gangguan ginjal, diabetes, dan wanita hamil dan juga pasien dengan kepatuhan pengobatan yang buruk," jelasnya.