Share

Peneliti Temukan Pasien Terinfeksi Dua Jenis Covid-19 Berbeda

Diana Rafikasari, Jurnalis · Selasa 16 Februari 2021 14:37 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi pasien terinfeksi covid-19. (Foto: Shutterstock)

PENELITI di Brasil menemukan pasien terinfeksi dua jenis covid-19 berbeda. Dengan kata lain, pasien tersebut terpapar dua varian baru virus corona secara bersamaan. Ini pun menimbulkan kekhawatiran tentang meningkatkan jumlah covid-19 jenis baru di sana.

Para peneliti yang mengunggah temuan ini di situs medis MedRxiv mengatakan penelitian tersebut akan menjadi yang pertama di dunia yang mengonfirmasi koinfeksi dengan dua covid-19 jenis baru. Penelitian ini belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dan belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Baca juga: 3 Cara Aman Memakai dan Melepas Masker untuk Cegah Covid-19 

Para pasien, keduanya berusia 30-an, terinfeksi pada akhir November dengan varian P.2 dari virus corona yang diidentifikasi di Rio, juga dikenal sebagai garis keturunan B.1.1.28, dan secara bersamaan dinyatakan positif untuk varian kedua dari virus tersebut.

Ilustrasi covid-19. (Foto: Shutterstock)

Sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (16/2/2021), pasien melaporkan gejala ringan seperti batuk kering pada satu kasus, sakit tenggorokan, dan sakit kepala pada kasus kedua. Pasien tidak membutuhkan rawat inap.

Kasus-kasus tersebut menggarisbawahi berapa banyak varian yang sudah menyebar di Brasil dan menimbulkan kekhawatiran di antara para peneliti bahwa keberadaan dua strain dalam tubuh yang sama dapat mempercepat mutasi varian baru virus corona.

Baca juga: Ini 4 Lokasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua 

"Koinfeksi ini dapat menghasilkan kombinasi dan menghasilkan varian baru bahkan lebih cepat daripada yang telah terjadi," kata ketua peneliti ini Fernando Spilki, ahli virus di Universitas Feevale di Negara Bagian Rio Grande do Sul.

"Ini akan menjadi jalur evolusi lain untuk virus," tambahnya.

Varian baru membawa risiko penularan yang lebih besar dan kemungkinan resistansi terhadap vaksin yang saat ini sedang dikembangkan. Mutasi yang ditemukan pada varian virus corona di Inggris dan lebih baru di Brasil tampaknya membuat virus lebih menular.

"Kasus-kasus tersebut menunjuk pada viral load yang signifikan yang beredar di Brasil karena koinfeksi hanya dapat terjadi ketika virus yang berbeda ditularkan dalam jumlah besar," tutupnya.

Baca juga: Shin Seung Ho Bahas Chemistry dengan Irene Red Velvet dalam Double Patty 

1
2