Share

Mengenal Terapi Penile Booster bagi Pria yang 'Senjatanya' Susah Tegang

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 09 Februari 2021 04:43 WIB
$detail['images_title']
Sedih karena DE (Foto: Shutterstock)

Masalah disfungsi ereksi atau sulitnya senjata pria 'tegang' jadi permasalahan banyak orang di masa pandemi seperti sekarang. Stres yang tinggi, kecemasan yang berlarut bikin pria susah tegang alias ereksi.

Saat Anda stres di masa pandemi, diterangkan Ahli Kesehatan Jiwa Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, SpKJ (K), bisa berdampak langsung pada urusan fungsi seksualitas seseorang. "Situasi stres selama pandemi bisa membuat ereksi menghilang," kata Prof Tjhin, beberapa waktu lalu.

 stress

Karena punya masalah pada 'ketegangan' atau disebut dengan disfungsi ereksi, pria biasanya akan semakin 'down' dan memengaruhi kepercayaan dirinya. Jadi, masalahnya seperti semakin bertumpuk dan itu bisa bermula dari urusan ranjang.

"Disfungsi ereksi (DE) sendiri merupakan bagian dari gangguan performa pria yang mengakibatkan menurunnya kualitas seksual. Kondisi tersebut secara tidak langsung biasanya memengaruhi kepercayaan diri bahkan menimbulkan depresi," kata Dokter Spesialis Urologi di Jakarta Men Clinic, dr Anggie Novaldy Rahwanto, Sp.U, melalui keterangan tertulis.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi DE adalah dengan terapi Penile Booster. Menurut dr Anggie, terapi ini terbukti meningkatkan performa dan vitalitas pria seperti ereksi maksimal dan mampu mempertahankan jangka waktu ereksi yang lebih lama.

"Tidak hanya itu, terapi ini juga bisa melancarkan peredaran darah pada Mr P hingga jantung, mengatasi ejakulasi dini tanpa ketergantungan, bahkan memperbesar senjata pria saat ereksi," paparnya.

Lalu bagaimana terapi penile booster dilakukan?

Terapi penile booster berlangsung sekitar 15 sampai 20 menit, tidak menggunakan obat bius, tanpa rasa sakit, tanpa sayatan operasi, dan tidak menimbulkan ketergantungan obat. Alat yang dipakai pun sudah tersertifikasi sebagai teknologi terkini.

"Alat yang dipakai bernama Li-ESWT yang bekerja dengan menggunakan gelombang kejut untuk memberikan stimulasi kepada pembuluh darah dan saraf di aera Mr P," ujar dr Anggie.

(DRM)