Share

Tips Cegah Hidden Hunger, Asupan Nutrisi Jadi Kuncinya

Antara, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 10:58 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi hidden hunger atau kelaparan tersembunyi. (Foto: Katemangostar/Freepik)

HIDDEN Hunger ternyata cukup banyak dialami orang Indonesia. Berdasarkan data Global Hunger Index pada 2020 menunjukkan Indonesia berada di posisi 70 dari 107 negara dengan sekira 20–40 persen masyarakat di Tanah Air mengalami kekurangan zat gizi mikro.

Mengutip dari Antara, Senin (1/2/2021), untuk mencegah hidden hunger, pakar gizi klinik dr Diana F Suganda mengatakan seseorang hanya memerlukan jumlah sedikit asupan mikro nutrisi, berbeda dengan makro nutrisi seperti kabohidrat, protein, dan lemak yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah relatif lebih besar.

Baca juga: Waspada Hidden Hunger, Kelaparan Tidak Biasa Akibat Kurang Buah dan Sayur 

Walau sedikit, zat gizi mikro ini seringkali dilupakan bahkan disepelekan yang mengakibatkan fungsi tubuh tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Diana merekomendasikan Anda memvariasikan bahan pangan yang tersedia untuk mencegah kekurangan zat gizi ini.

Ilustrasi lapar. (Foto: Foodandnutrition/Unsplash)

"Karena tidak ada satu bahan makanan yang mengandung semua zat gizi. Campur-campur semua bahan makanan, kita variasikan sesuai komposisi dari Kemenkes, Isi Piringku," ungkapnya.

Orangtua sebelumnya perlu membekali diri dengan pengetahuan kebutuhan zat gizi dari berbagai sumber terpercaya, misalnya jurnal ilmiah atau sumber lainnya, kemudian menerapkan pada keseharian.

Baca juga: Wajib Waspada jika Alami Nyeri Pinggang Lebih dari 1 Jam Setiap Pagi 

Penyusunan menu makanan mingguan sesuai panduan Kemenkes "Isi Piringku" bisa menjadi solusi yakni 1/3 piring berisi karbohidrat misalnya nasi, kentang atau jagung, 1/3 piring berikutnya berisi sayuran dengan beragam warna (agar mikronutrien semakin banyak) dan 1/3 sisanya untuk lauk pauk misalnya protein hewani dan nabati; lemak dan buah.

"Lauk bisa dicampur misalnya pagi telur, siang ikan, besok diganti lagi dengan ayam, tahu, dan tempe. Jadi komposisi gizi seimbangnya dapat. Tidak harus mahal ya," paparnya.

Dokter Diana menyarankan Anda menyajikan makanan segar setiap harinya. Namun ada beberapa bahan pangan yang bisa Anda siapkan setengah jadi lalu disimpan di lemari es untuk dikonsumsi 2–3 hari kemudian, semisal ayam yang sudah dibumbui dan sebagainya.

Panduan Asupan Yodium

Yodium menjadi salah satu mikro nutrisi (mineral) yang tubuh butuhkan untuk membantu hormon tiroid membentuk tiroid demi pertumbuhan sel saraf, pertumbuhan otak.

Kekurangan zat ini sedari ibu mengandung bisa menyebabkan anak lahir dengan IQ lebih rendah. Selain itu, tumbuh dan kembang anak bisa terganggu yang bisa terlihat dari tinggi anak lebih rendah dari rekan-rekan seusianya.

Baca juga: Pasien HIV Boleh Dapat Vaksin Covid-19, Ini Syaratnya 

"Kalau sudah ada gejala klinis misalnya gondok atau pembesaran kelenjar tiroid atau ada semacam benjolan. Pada orang dewasa kesulitan untuk hamil, gangguan siklus menstruasi, gangguan fungsi mental dan masalah lainnya akibat kekurangan hormon tiroid karena asupan yodium kurang," jelas dr Diana.

Ia melanjutkan, setiap golongan usia memerlukan asupan yodium berbeda-beda. Usia 0–1 tahun membutuhkan sekira 90 mikrogram sehari, jumlah kebutuhan meningkat menjadi 120 mikrogram untuk anak usia hingga 12 tahun dan kelompok usia 12 tahun sampai dewasa memerlukan 150 mikrogram yodium.

Jumlah asupan yodium semakin tinggi yakni 220 mikrogram khusus untuk ibu hamil dan 250 mikrogram khusus ibu menyusui.

"Setiap kelompok umur memiliki kebutuhan yodium berbeda dan sebaiknya dipenuhi dari berbagai makanan sumber yang dikombinasikan, karena sumber makanan mengandung yodium itu banyak salah satunya makanan laut," tutur dr Diana.

Baca juga: Makanan Olahan Bahayakan Kesehatan Tubuh, Ini Penyebabnya 

Selain garam, sumber yodium berasal dari laut misalnya ikan, udang, kerang, cumi-cumi, kepiting, rumput laut; kemudian telur, susu, dan produk susu lain seperti yogurt dan keju.

"Gula maksimal 4 sendok makan, garam 1 sendok teh (bisa tambahkan garam beryodium) dan lemak misalnya untuk menumis atau oseng-oseng 5 sendok makan," jelas dr Diana.

Ia mengingatkan semua orang membiasakan diri menerapkan pola makan bergizi seimbang. Pada anak, orangtua bisa memulainya sejak memasuki masa menyusui, MPASI. Pada setiap tahapan anak belajar makan, komposisi gizi seimbang wajib diterapkan setiap hari.

1
2