Share

Ahli Epidemiologi Usul Akses ke Inggris Ditutup demi Cegah Covid-19 Jenis Baru

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 26 Desember 2020 14:32 WIB
$detail['images_title']
Pandemi virus corona (Foto: Business Standard)

Cegah Covid-19 jenis baru, pemerintah disarankan untuk mengambil tindakan segera yaitu menutup akses dari dan ke Inggris. Upaya ini dilakukan guna meminimalisir imported case yang bisa saja terjadi.

Bahkan, menurut Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), dr Syahrizal Syarif, MPH, PhD, mencegah kedatangan penerbangan dari Inggris adalah cara satu-satunya yang bisa dilakukan sekarang ini.

 Covid-19

"Tidak ada cara lain, untuk menurunkan risiko imported case, maka penerbangan dari Inggris harus dicegah," kata dr Syahrizal pada Okezone melalui pesan singkat, Sabtu (26/12/2020).

Covid-19 jenis baru bernama VUI-202012/01 ini diketahui sangat menular dibandingkan strain Covid-19 yang lainnya. Meski begitu, sambung dr Syahrizal, sampai sekarang peneliti mengungkapkan bahwa penyakit tersebut belum terbukti lebih ganas atau mematikan.

"Covid-19 jenis baru itu memang lebih menular, tapi belum ada bukti bahwa dia lebih ganas atau mematikan," terang dr Syahrizal.

Covid-19 yang pertama kali ditemukan pada akhir Desember memiliki karakter yaitu 'Ro basic reproduction rate' atau kemampuan menularnya 4, sedangkan strain yang baru ini 6,8.

"Artinya, jika satu orang sakit Covid-19 dia bisa menular ke 4 orang yang rentan. Sedangkan, pada situasi strain baru, virusnya bisa menular ke 6 hingga 7 orang yang rentan," papar dr Syahrizal.

Follow Berita Okezone di Google News

(DRM)