Share

Kriteria Orang Penerima Vaksin Covid-19 Menurut Rekomendasi Perhimpunan Dokter

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 26 Desember 2020 13:56 WIB
$detail['images_title']
Vaksin Covid-19 (Foto: VIR)

Beberapa langkah lagi, pemberian vaksin Covid-19 sebagai upaya mengurangi jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia akan dilakukan. Namun sebelum pemberian vaksin ke masyarakat, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) diketahui sudah mengeluarkan surat rekomendasi tentang pemberian vaksin Covid-19 untuk masyarakat Indonesia yakni vaksin Sinovac.

Dari surat rekomendasi yang diterima Redaksi Okezone, Sabtu (26/12/2020), rekomendasi pemberian vaksinasi Covid-19 (Sinovac/Inactivated) ini disusun berdasarkan tiga poin, yakni data publikasi fase I/II mengenai Sinovac, data uji fase III di Bandung berupa proposal dan catatan pelaku lapangan yang terlibat dalam uji klinis dan data uji vaksin inactivated lainnya yang sudah lengkap (seperti vaksin influenza, dan sebagainya), sedangkan data vaksin inactivated Covid-19 (Sinovac) belum lengkap.

 Vaksin Covid-19

Sebagai catatan, PAPDI menyusun rekomendasi ini spesifik untuk Sinovac, sehingga dapat berubah sesuai dengan perkembangan laporan data uji klinis Sinovac tersebut, demikian pula dengan vaksin Covid-19 jenis lain.

Dalam lampiran pertama, PAPDI membagi tipe individu penerima vaksin dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah kriteria inklusi, yakni orang dewasa sehat dengan rentang usia 18 hingga 59 tahun. Peserta menerima penjelasan dan menandatangani surat persetujuan setelah penjelasan (informed consent), dan peserta menyetujui mengikuti aturan dan jadwal imunisasi.

Sedangkan kelompok yang kedua, adalah kriteria eksklusi. Dalam kriteria ini, ada 10 jenis individu yang disorot. Berikut 10 tipe pembagiannya.

1. Pernah terkonfirmasi dan terdiagnosis Covid-19.

2. Mengalami penyakit ringan, sedang atau berat, terutama penyakit infeksi dan/atau demam (suhu ≥37,5°C, diukur menggunakan infrared thermometer/thermal gun).

3. Wanita hamil, menyusui atau berencana hamil selama periode imunisasi (berdasarkan wawancara dan hasil tes urin kehamilan).

4. Memiliki riwayat alergi berat terhadap vaksin atau komposisi dalam vaksin dan reaksi alergi terhadap vaksin yang parah seperti kemerahan, sesak napas dan bengkak.

5. Punya riwayat penyakit pembekuan darah yang tidak terkontrol atau kelainan darah yang menjadi kontraindikasi injeksi intramuskular.

6. Memiliki kelainan atau penyakit kronis (penyakit gangguan jantung yang berat, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, diabetes, penyakit ginjal dan hati, tumor, dan lain-lain) yang menurut petugas medis bisa mengganggu imunisasi.

7. Orang yang memiliki riwayat penyakit gangguan sistem imun seperti respon imun rendah, atau individu yang pada 4 pekan terakhir menerima terapi yang dapat menganggu respon imun. Contohnya immunoglobulin intravena, produk yang berasal dari darah, atau terapi obat kortikosteroid jangka panjang (> 2 minggu).

8. Memiliki riwayat penyakit epilepsi/ayan atau penyakit gangguan saraf (penurunan fungsi sistem saraf) lainnya.

9. Mendapat imunisasi apapun dalam waktu 1 bulan ke belakang atau akan menerima vaksin lain dalam waktu 1 bulan ke depan.

10. Berencana pindah dari wilayah domisili sebelum jadwal imunisasi selesai.

(DRM)