Share

Moderna dan Pfizer Yakin Vaksinnya Ampuh Lawan Varian Baru Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 24 Desember 2020 21:08 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Foto : Scincedaily)

Kementerian Kesehatan Singapura diketahui baru saja melaporkan satu orang warganya terkonfirmasi terinfeksi varian baru Covid-19 asal Inggris. Di tengah kekhawatiran mutasi varian baru virus corona, Moderna (produsen obat dan vaksin Amerika) membawa sedikit kabar baik.

Mengutip Yahoo, Kamis (24/12/2020) dalam pernyataan resminya, Moderna menyebutkan mereka percaya diri vaksinnya masih tetap efektif untuk melawan virus corona jenis baru itu.

“Berdasarkan data hingga saat ini, Moderna berharap berekspektasi vaksin yang kekebalannya yang diinduksi dari vaksin Moderna Covid-19 akan dapat melindungi dari varian virus SARS-CoV-2 yang baru-baru ini ramai di Inggris, ” bunyi pernyataan resmi Moderna pada Rabu 23 Desember kemarin.

vaksin covid-19

Pernyataan resmi Moderna di atas, diketahui rilis satu hari usai CEO after BioNTech, Ugur Sahin menyatakan pernyataan serupa. Ia mengatakan, vaksin yang dibuat Pfizer dan perusahaannya masih akan tetap ampuh untuk digunakan melawan virus virus SARS-CoV-2 jenis baru tersebut.

“Secara ilmiah, sangat mungkin bahwa respon imun oleh vaksin ini juga dapat mengatasi varian virus baru itu,” kata Ugur.

Baca Juga : Sudah Masuk Singapura, Indonesia Waspadai Varian Baru Covid-19

Keyakinan yang sama disampaikan oleh Dr. Amesh Adalja, peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security. Ia yakin, kemampuan vaksin yang sudah ada saat ini bisa untuk mencegah mutasi baru

“Tidak mudah bagi virus untuk menghindari vaksin dalam waktu sesingkat itu, terutama karena virus tersebut belum benar-benar terpapar ke orang yang telah divaksinasi,” ungkap Dr. Amesh.

Senada dengan Dr. Amesh, Dr. Andrew Badley selaku kepala Mayo Clinic’s Covid-19 menyatakan, yang namanya mutasi virus itu adalah hal yang biasa.

“Kita semua tahu, bahwa virus bermutasi 1-2 kali sebulan, jadi ini tidak mengherankan. Beberapa mutasi baru mengkhawatirkan karena meningkatkan kemudahan masuknya virus ke dalam sel dan dapat membantu menyingkirkan antibodi. Tetapi sejauh ini tampaknya tidak menjadi ancaman bagi vaksin,” jelas Dr. Andrew.

vaksin covid-19

Virus SARS-CoV-2 varian baru ini sendiri, dikenal dengan nama B117 disebutkan lebih lanjut diyakini 70 persen lebih menular daripada jenis virus corona yang saat ini beredar di Amerika. Kemungkinan, virus corona varian baru ini juga lah yang jadi biang keladi atas sebanyak 60 persen kasus di London, Inggris.

Meskipun sejauh ini belum ada bukti virus corona itu menyebabkan penyakit yang lebih parah, tapi di sisi lain jenis virus ini dikatakan ternyata mengandung banyak mutasi, salah satunya saat ini yang terjadi di Afrika Selatan.

1
2