Share

Waspada, Nokturia Dikaitkan dengan Diabetes Mellitus

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 18 Desember 2020 17:21 WIB
$detail['images_title']
Penderita diabetes kebanyakan gula (Foto: Labellord)

Nokturia adalah kebutuhan seseorang untuk bangun di malam hari untuk berkemih (buang air kecil) lebih sering pada malam hari. Kondisi ini merupakan salah satu gejala diabetes yang tidak terkontrol.

Divisi Metabolik Endokrinologi dan Diabetes Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Indonesia, Dyah Purnamasari menyebut, prevalensi nokturia pada diabetes mellitus bisa mencapai 59,6% dan pada nokturia berat bisa mencapai 25,3%.

 menahan kencing

“Sebanyak 28,8% pasien diabetes mellitus dengan nokturia memiliki kandung kemih yang hiperaktif (overactive bladder),” ungkap Dyah Dalam Virtual Press Conference : ‘Jangan Diamkan Nokturia dan Nokturnal Enuresis’, Jumat (18/12/2020).

Pada individu usia lanjut (lansia) dengan frekuensi berkemih >3x per malam, maka risiko kematian mereka lebih besar dibandingkan individu dengan frekuensi berkemih lebih jarang. Bahkan potensinya bisa mencapai hampir 2 kali lipat dalam pemantauan 3 tahun.

Sekadar informasi diabetes mellitus adalah kumpulan gejala yang ditandai dengan gula darah meningkat akibat gangguan hormon insulin baik dalam hal jumlah (berkurang) atau fungsi. Diabetes mellitus disebabkan oleh gangguan hormon insulin.

 Baca juga: 3 Cara Ampuh Redakan Demam, Bisa Dipraktikkan ke Anak-Anak Lho

“Gangguan insulin atau disebut resitensi insulin bisa disebabkan karena obesitas (sentral), hipertensi, dislipidemia, gangguan toleransi glukosa, kurang aktivitas, proses penuaan, sindrom polikistik ovarium, genetic, obat-obatan, dan ateroskeloris (sumbatan pembuluh darah),” tutupnya.

(DRM)