Share

Intervensi Gaya Hidup untuk Mencegah Nokturia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 18 Desember 2020 14:43 WIB
$detail['images_title']
Berkemih (Foto: 123RF)

Sebagian besar masyarakat tidak menyadari bahwa dirinya mengalami nokturia. Perlu diketahui, nokturia adalah kondisi di mana seseorang berkemih (buang air kecil) selama periode tidur utamanya.

Kondisi ini lebih sering dialami oleh pria dan risikonya bakal semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Ketua Indonesian Society of Female and Functional Urology (INASFFU), Staf Medis Departemen Urologi FKUI-RSCM, dr. Harrina Erlianti Rahardjo, SpU (K), PhD mengatakan, meski penyakit ini jarang disadari, namun memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan.

 berkemih

Akibatnya nokturia harus dicegah. Salah satunya dengan melakukan intervensi gaya hidup yang sehat dan teratur.

“Nokturia adalah suatu keadaan yang cukup sering terjadi dan mengganggu kualitas hidup seseorang. Penyebab nokturia sangat bervariasi. Diagnosis nokturia memerlukan pendekatan disiplin dan tatalaksananya meliputi intervensi gaya hidup, terapi fisik, obat dan terapi faktor atau penyakit penyebab,” terang dr. Harrina dalam Virtual Press Conference : ‘Jangan Diamkan Nokturia dan Nokturnal Enuresis’, Jumat (18/12/2020).

dr. Harrina juga membagikan lima cara melakukan intervensi gaya hidup untuk mencegah nokturia.

1. Batasi konsumsi garam, protein, dan kalori serta pencegahan terhadap obesitas dan diabetes.

2. Membatasi asupan cairan di sore dan malam hari (terutama antara jam makan malam dan waktu tidur) serta membatasi asupan makanan atau minuman yang mengandung alkohol dan kafein.

3. Penyesuaian waktu konsumsi obat menjadi siang hari.

4. Meninggikan ekstremitas bawah setelah makan sampai waktu tidur dan menggunakan stoking kompresi untuk mengurangi edema perifer.

 Baca juga: 3 Cara Ampuh Redakan Demam, Bisa Dipraktikkan ke Anak-Anak Lho

5. Diet dengan kalori seimbang.

(DRM)