Share

Mengenal Nokturia, Penyakit yang Jarang Disadari Penyintasnya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 18 Desember 2020 13:15 WIB
$detail['images_title']
Selalu ingin berkemih (Foto: Pixabay)

Hampir sebagian besar orang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami nokturia. Ini merupakan penyakit dimana seseorang berkemih (buang air kecil) selama periode tidur utamanya.

Ternyata kebiasaan seperti ini menjadi salah satu tanda yang menunjukkan ada sesuatu yang terjadi pada tubuh seseorang.

 Nokturia

Ketua Indonesian Society of Female and Functional Urology (INASFFU), Staf Medis Departemen Urologi FKUI-RSCM, dr. Harrina Erlianti Rahardjo, SpU (K), PhD mengatakan, seseorang bisa disebut nokturia apabila saat sudah terbangun untuk berkemih pertama kali, tiap proses berkemih harus diikuti oleh tidur atau keinginan untuk tidur.

Menurutnya saat ini banyak masyarakat yang mispersepsi tentang nokturia. Bahkan sebagian dari mereka menilai ini merupakan suatu hal yang wajar seiring dengan proses penuaan.

“Ada yang bilang ini wajar, tidak memerlukan terapi, dan selalu dikaitkan karena masalah prostat (laki-laki) atau kandung kemih overaktif (perempuan),” terang dr. Harrina, dalam Virtual Press Conference : ‘Jangan Diamkan Nokturia dan Nokturnal Enuresis’, Jumat (18/12/2020).

Dalam kesempatan yang sama dr. Harrina juga menjelaskan, jika dibiarkan terlalu lama, nokturia dapat mengganggu kualitas hidup seseorang. Ia pun menjelaskan dampak buruk yang diperoleh dari nokturia.

1.Tidur yang terganggu sehingga menyebabkan:

-Gangguan mood

-Gangguan memori dan fungsi kognitif

-Gangguan bekerja

2.Gangguan tidur juga menyebabkan:

-Risiko jatuh, kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan kerja

-Risiko penyakit jantung dan diabetes

-Risiko depresi

-Risiko penurunan sistem imun

(DRM)