Share

Sering Dialami Pria, Yuk Kenali Penyebab Nokturia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 18 Desember 2020 12:59 WIB
$detail['images_title']
Berkemih (Foto: The Health Site)

Nokturia menjadi salah satu penyakit yang dialami oleh sebagian besar masyarakat. Nokturia merupakan penyakit dimana seseorang berkemih (buang air kecil) selama periode tidur utamanya.

Sayangnya banyak orang yang tidak menyadari bahwa kebiasaan ini merupakan penyakit yang membawa dampak buruk yang lumayan luas.

 berkemih

Ketua Indonesian Society of Female and Functional Urology (INASFFU), Staf Medis Departemen Urologi FKUI-RSCM, dr. Harrina Erlianti Rahardjo, SpU (K), PhD mengatakan, nokturia adalah kondisi di mana seseorang sudah terbangun untuk berkemih untuk pertama kali. Usai berkemih mereka akan melanjutkan proses tidur atau keinginan untuk tidur.

“Berdasarkan angka kejadian, pria lebih berpotensi besar mengalami nokturia ketimbang wanita. Penelitian pada 1.555 subyek (828 laki-laki dan 727 perempuan) dari 7 kota di Indonesia dengan rata-rata usia 57 tahun (18-92 tahun) menunjukkan angka kejadian nokturia sebesar 61%,” terang dr. Harrina, dalam Virtual Press Conference : ‘Jangan Diamkan Nokturia dan Nokturnal Enuresis’, Jumat (18/12/2020).

Lebih lanjut dr. Harrina juga menjelaskan beberapa hal yang menyebabkan nokturia dapat terjadi. Semua hal yang terkait dengan nokturia bahkan mengindikasikan sejumlah penyakit kronis yang berbahaya.

 Baca juga: 3 Cara Ampuh Redakan Demam, Bisa Dipraktikkan ke Anak-Anak Lho

“Penyebab nokturia dikaitkan dengan saluran kemih, gangguan ginjal, hormonal, gangguan tidur (insomnia), penyakit jantung (kardiovaskular), dan diet,” pungkasnya.

(DRM)