Share

Catat! Ini Cara Mendeteksi Penyakit Long Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 03 November 2020 15:19 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto : Freepik)

Dunia medis kini ramai membahas penyakit Long Covid-19. Apakah itu jenis baru Covid-19 atau sesuatu yang benar-benar berbeda dari Covid-19 yang sampai sekarang belum bisa dikalahkan?

Diterangkan Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur dr Irhamsyah, SpPK, istilah Long Covid-19 sendiri lebih mengarah pada fenomena gejala-gejala yang dialami pasien pasca terinfeksi Covid-19.

Karena Covid-19 sesuatu yang baru, hingga saat ini seluruh dunia masih melakukan penelitian dan pendalaman tentang virus dan penyakit yang diakibatkan oleh virus ini berbahaya sampai menyebabkan kematian.

Sakit Kepala

"Penelitian mengatakan bahwa penyakit yang ditimbulkan Covid-19 bergantung pada seberapa berat kerusakan organ yang dialami pasien sehingga terdapat potensi pasien yang mengalami gejala berkelanjutan. Pasien itu akan melalui proses perbaikan organ tubuh yang memakan waktu lebih lama," terang dr Irhamsyah melalui keterangan resminya, Selasa (3/11/2020).

Baca Juga : Fenomena Long Covid-19 dan Gejalanya

Nah, bagaimana cara mengenali atau mendeteksi long Covid-19?

Diterangkan dr Irhamsyah, cara mendeteksi pasien yang mengalami long Covid-19 adalah dimulai dengan tahap wawancara, pemeriksaan fisik, riwayat penyakit sebelumnya, hingga pemeriksaan penunjang yang dikerjakan dokter ahli supaya dapat menentukan bahwa pasien mengalami gejala Long Covid-19 atau tidak.

Dari tahap wawancara, sambung dr Irhamsyah, pasien dapat mengeluh terkait gejala-gejala yang dialami setelah dirawat dan diterapi di rumah sakit sebagai pasien Covid-19. Setelah itu, pasien dapat melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan radiologi paru serta laboratorium.

"Dari pemeriksaan laboratorium pun dokter harus memeriksa parameter-parameter laboratorium seperti pemeriksaan darah lengkap, penanda proses peradangan dan infeksi, penanda enzim jantung, hingga pemeriksaan molekuler. Pemeriksaan penunjang ini berperan sangat penting untuk membantu klinisi apakah gejala yang dialami pasien adalah Long Covid-19 atau tidak," paparnya.

(hel)