Share

Waspada, Ini 3 Penyakit Pasca-Liburan di Masa Pandemi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 31 Oktober 2020 22:15 WIB
$detail['images_title']
Liburan naik mobil (Foto: New York Post)

Momen libur panjang tengah dijalani sebagian masyarakat. Beberapa memutuskan untuk pergi keluar kota, sementara yang lain memilih tetap di rumah saja untuk meminimalisir kontak dengan orang asing.

Libur panjang di tengah pandemi Covid-19 tidak bisa disamakan dengan libur biasanya. Ya, di momen ini Anda mesti melakukan kewaspadaan ekstra untuk menjamin keselamatan diri Anda maupun orang yang tinggal satu rumah dengan Anda.  

Pakar Kesehatan dr Ari Fahrial Syam, SpPD, coba membandingkan momen libur panjang sekarang dengan apa yang terjadi pada momen Lebaran pada Juni 2020 ataupun saat libur panjang Agustus 2020. Dari dua momen tersebut, lahir angka konfirmasi positif yang cukup mengejutkan.

"Covid-29 tembus di angka 25.000 kasus di awal Juni 2020 dan kemudian pada Agustus, trennya 3.000 kasus per hari sampai akhirnya sekarang 4.000 kasus per hari. Tentu angka ini mesti disikapi dengan cermat," terang dr Ari dalam keterangan resminya yang diterima Okezone, belum lama ini.

Selain kekhawatiran lonjakan kasus, dr Ari pun memaparkan ada tiga penyakit yang diprediksi akan meningkat pasca-liburan, yaitu kelelahan, penyakit kronik yang kambuh, dan penyakit kecelakaan. "Tentu, kondisi kelelahan dan kambuhnya penyakit kronis akan membawa dampak risiko untuk terjadinya infeksi Covid-19," tambahnya.

Berikut ini ulasan lengkap dr Ari Fahrial Syam, SpPD, soal tiga penyakit yang diprediksi akan meningkat pasca-liburan.

 liburan

1. Kelelahan

Kondisi ini sangat wajar terjadi usai melakukan perjalanan yang melelahkan. Penyakit yang bisa menyertai dari kondisi ini adalah infeksi pernapasan atas dan diare.

Sebagaimana diketahui, untuk sampai di tempat liburan, seseorang harus melakukan perjalanan yang melelahkan baik dengan kendaraan sendiri atau kendaraan umum. Tidak sampai di situ, Anda yang berlibur juga cenderung mengonsumsi makanan yang seadanya, apalagi di era pandemi ini, banyak dari Anda mikir dua kali untuk makan dan minum di tempat umum.

"Keadaan ini akan menyebabkan daya tahan tubuh turun. Jika sudah begini, mudah sekali mengalami penyakit flu atau infeksi saluran napas atas. Nah, soal diare, ini bisa terjadi jika mengonsumsi makanan sembarangan," tutur dr Ari.

Tidak hanya dua kondisi itu, beberapa orang yang memilih berlibur panjang juga biasanya akan mengalami sakit kepala dan pegal-egal sesampainya di rumah. Ini terjadi karena Anda kurang tidur dalam perjalanan atau liburan.

2. Penyakit kronis yang kambuh

Penyakit kronis bisa kambuh karena jarang sekali rasanya liburan tapi tidak wisata kuliner. Nah, dari aktivitas wisata kuliner itu, misalnya mengonsumsi makanan dan minuman dengan nilai kalori dan lemak tinggi, ini bisa memengaruhi kesehatan tubuh.

"Kalau Anda penderita diabetes dan tidak mengontrol asupan makanan dan minuman, ya, cenderung gula darahnya menjadi tak terkontrol. Begitu juga pada pasien darah tinggi, nilai kolesterolnya bisa tinggi dan tentunya ini berbahaya," papar dr Ari.

Bukan hanya dua penyakit itu, tapi masyarakat yang sudah memiliki penyakit seperti asam urat tinggi, obesitas, maag, akan merasakan efek yang kurang baik usai liburan. Ingat, ini dengan catatan Anda tidak mengontrol pangan yang dikonsumsi selama liburan, ya.

Baca juga: Fenomena Bulan Purnama Biru Langka Akan Terjadi Malam Ini

3. Penyakit akibat kecelakaan

Ya, selama perjalanan baik pergi maupun pulang, potensi terjadinya kecelakaan juga meningkat. Kelelahan, mengantuk, dan kondisi kendaraan yang tidak optimal bisa menjadi faktor terjadinya kecelakaan. Lalu, faktor cuaca yang tak menentu juga bisa jadi penyebab terjadinya kecelakaan.

"Pada akhirnya, antisipasi terhadap berbagai penyakit pasca-liburan termasuk tertular infeksi Covid-19 merupakan hal yang harus diantisipasi. Kita semua harus selalu ingat bahwa rangkaian liburan dengan berbagai aktivitas akan membawa dampak yang kurang baik bagi kesehatan," kata dr Ari.

(DRM)