Share

New Normal, Mal Bukan Lagi Tempat untuk Nongkrong Loh

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 15 Juni 2020 19:12 WIB
$detail['images_title']
Pembukaan Mal. (Foto: Okezone)

PEMERINTAH telah memperbolehkan pengelola mal sudah membuka kembali pusat perbelanjaan. Terpantau juga di beberapa lokasi mal didatangi banyak masyarakat yang sudah menantikan momen ini.

Sekali pun sudah ada aturan protokol kesehatan sejalan dengan dimulainya kehidupan New Normal, tetap saja pengunjung mesti sadar bahwa risiko penyebaran Covid-19 masih ada.

Karena itu, Dicky Budiman, Epidemiolog Griffith University Australia, meminta agar masyarakat yang mau ke mal hanya karena alasan penting, bukan cuma mau nongkrong-nongkrong.

"Pemerintah harus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa ke mal itu (hanya karena urusan) penting," tegasnya saat diwawancarai di iNews Special Report, Senin (15/6/2020).

Dicky menjelaskan, masyarakat mesti sadar kalau mereka ini sekarang berada di situasi New Normal, bukan normal pada umumnya. Bahkan, kalau mengacu pada data kasus positif Covid-19, masih terjadi kenaikan kasus.

"Harus dibedakan, ini bukan situasi normal, ini situasi masih pandemi, belum sampai puncak malah," sambungnya.

Dengan memahami protokol kesehatan dan imbauan tersebut, Dicky yakin akan mengurangi jumlah kepadatan. Dengan begitu, risiko penularan pun akan menurun.

Dia menambahkan, meskipun protokol kesehatan sudah dijalankan, ingat juga bahwa evaluasi dan monitoring harus dilakukan. Kebijakan pengurangan jumlah kapasitas orang yang ada di dalam mall memang harus 50 persen dari biasanya.

"Tapi, menurut saya akan jauh lebih efektif lagi upaya pencegahan penularan ketika kapasitas orang di dalam toko pun diatur. Menurut saya kurang dari 50 persen untuk per toko. Jadi, aturan pembatasan benar-benar dijalankan dengan ketat," pungkasnya.

1
2