Share

Curhat Relawan Corona, Sempat Takut Harus Berada di Zona Merah

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 27 Mei 2020 15:13 WIB
$detail['images_title']
Relawan Corona Fitriyah. (Foto: YouTube BNPB)

MOMEN Idul Fitri tentu sangat dinantikan oleh seluruh umat Muslim di dunia. Selama Idul Fitri biasanya seseorang akan pulang ke kampung halamannya untuk berkumpul bersama dengan seluruh keluarga besarnya.

Namun, momen yang paling ditunggu ini tidak bisa dirasakan oleh para relawan virus corona (Covid-19) yang tengah berjuang di garda depan.

fitriyah

Salah satu relawan yang tidak bisa merayakan Idul Fitri dengan berkumpul bersama keluarga adalah Sekretaris Tim Koordinator Relawan, Fitriyah Nurzakiyah. Idul Fitri 2020 kali ini bisa dibilang menjadi momen yang paling menyedihkan dalam hidupnya.

“Sedih banget yang pasti. Jadi awalnya ditawari jadi relawan dan enggak berpikir kita akan ada di baris kedua setelah teman medis. Enggak juga tahu kalau jarak tempat kerja dekat sekali dengan zona merah. Saat lebaran ini sedih banget kita enggak pulang kampung, enggak kumpul keluarga dan teman,” terang Fitriyah, dalam siaran langsung di Graha BNPB, Rabu (27/5/2020).

Selain merasa sedih karena tidak bisa mudik dan bertemu keluarga di kampung, Fitriyah mengaku tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya selama menjadi relawan Covid-19. Namun karena memiliki jiwa kemanusiaan yang besar, serta rasa ingin menolong sesama manusia, Fitriyah pun memberanikan diri untuk terus menjalankan tugasnya.

“Takut banget sebenarnya awalnya. Sempat nanya harus enggak sih turun langsung, dan ditanya apakah siap turun langsung ke zona merah. Tapi demi kemanusiaan, ditambah karena demi keluargaku juga kan," bebernya.

fitriyah

Maka relawan asal Malang ini pun memilih tidak mau pulang kampung saat menghadapi tantangan ikut melawan pandemi Covid-19. Mengingat sang ibu di kampung halaman pun sudah berusia 60 tahun.

"Jadi selama pandemi ini aku juga enggak bisa pulang. Jadi mamahku di Malang dan sudah usia di atas 60 tahun. Jadi kalau mungkin pulang situasinya enggak bisa dekat-dekatan terus sama beliau,” lanjutnya.

Dengan segala kesulitan dan perjuangan yang dihadapi para relawan Covid-19 di garda depan, Fitriyah pun berpesan kepada para pejuang cororna di seluruh Indonesia untuk tetap berjuang dan semangat, dalam menjalankan tugasnya memutus mata rantai penyakit.

“Tetap berjuang, tetap semangat dan jadilah cahaya untuk sekitar kalian, jadilah yang paling bisa diandalkan. Karena kita perinsipnya datang ke suatu tempat yang akan menolong mereka lebih banyak. Jadi tetap semangat, tetap jaga kesehatan,” tuntasnya

1
3