Share

Susu Formula di China Sebabkan Kepala Bayi Bengkak, Ahli Gizi: Untuk Apa Diberikan?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 15 Mei 2020 16:30 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Irishtimes)

Setidaknya ada lima bayi di China yang mengalami kondisi tak normal setelah mengonsumsi susu formula dengan brand 'Bei An Min'. Susu formula ini diketahui merupakan minuman protein yang mengandung melamin.

Bayi-bayi ini mengalami kondisi seperti kepala membengkak, tubuh kurus mendadak, eksim, bahkan ada laporan yang menjelaskan bayi tak bisa jalan dan punya kebiasaan memukul-mukul kepala. Tentu ini harus ditindaklanjuti agar kasus tak semakin meluas.

Di sisi lain, terlepas dari adanya kandungan melamin dalam susu ini, Ahli Gizi bersertifikat Sarah Remmer memperingatkan orangtua bahwa susu protein itu tak begitu penting untuk tubuh bayi dan anak. Sebab, tanpa itu perkembangan tubuh akan tetap baik.

Susu Formula

Dalam laporan Parents, Sarah menjelaskan, kebutuhan protein anak-anak sebenarnya tidak begitu tinggi dan dapat dengan mudah dipenuhi dengan mengonsumsi makanan gizi seimbang. "Anak-anak itu memenuhi kebutuhan gizinya cukup mudah melalui makanan sehari-hari saja," kata Sarah.

Kebutuhan protein bisa dipenuhi dari berbagai sumber seperti daging sapi, unggas, kacang-kacangan, susu, biji-bijian, telur, bahkan di beberapa sayur. Sehingga, tambahan protein itu tak perlu-perlu amat.

Orangtua mesti sadar dan paham bahwa kelebihan protein dalam tubuh bayi dan anak itu malah akan membawa masalah kesehatan. "Minuman protein dalam bentuk bubuk dapat memberi anak-anak terlalu banyak protein yang mana ini malah akan membuat mereka mengalami masalah di ginjal dan hati. Bahkan, masalah lainnya adalah sulitnya tubuh si anak menyerap kalsium," terang Sarah.

Penelitian lain juga menjelaskan, kelebihan protein hewani selama masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko obesitas. Tak hanya itu, kandungan gula buatan yang ada di minuman protein juga menyebabkan masalah lain pada tubuh bayi dan anak.

Masalah belum berhenti sampai di situ. Menurut Sarah, masalah utama dari memberikan minuman protein pada bayi dan anak adalah orangtua merasa cukup dengan minuman itu dan tak lagi mencukupi asupan protein dari sumber alami.

"Ingat, itu bukan makanan asli, untuk apa diberikan? Makanan utuh seperti daging, buah-buahan, sayuran, gandum utuh, dan produk susu secara alami mengandung kombinasi nutrisi khusus yang bekerja secara sinergis untuk memberikan manfaat kesehatan," ungkap Sarah.

Susu Formula

Sedangkan, suplemen seperti minuman protein ini sudah banyak kehilangan beberapa nutrisi dan senyawa baik di dalamnya dan tidak memberikan manfaat yang sama seperti Anda memberikan makanan utuh ke bayi dan anak.

"Masalah utamanya, Anda mengajari anak-anak untuk tumbuh mencintai makanan asli yang nyata," sambung Sarah.

Ia menekankan sekali lagi, memberikan anak suplemen seperti minuman protein ini tidak akan membantu buah hati Anda menerima berbagai makanan bergizi.

"Sudah, sekarang waktunya Anda para orangtua tidak lagi memberikan bubuk protein dan mulai membiasakan anak mengonsumsi makanan utuh yang mengandung protein dan gizi lainnya. Jika Anda khawatir akan protein yang minim dalam tubuh anak, pastikan itu lewat dokter anak bukan hanya menduga-duganya," pesan Sarah.

1
2