Share

Napak Tilas Dokter Kartono Mohamad, Mantan Ketua IDI yang Meninggal Dunia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 29 April 2020 00:06 WIB
$detail['images_title']
Dokter Kartono Mohamad. (Foto: Instagram/@iwanskamah)

KABAR duka kembali merundung dunia medis Indonesia. Pada Selasa 28 April 2020, tepatnya pulul 16.30 WIB, Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) periode 1985-1988, dr Kartono Mohamad dikabarkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama kurang lebih satu bulan di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.

Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih SH, MH. Saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Daeng membenarkan dr Kartono Mohamad menghembuskan napas terakhir, hari ini Selasa (28/4/2020).

kartono

"Iya benar beliau sudah lama sakit. Dan ada riwayat sakit stroke," ujarnya.

Lebih lanjut Daeng menjelaskan, meski dr Kartono meninggal di tengah pandemi COVID-19, dia memastikan bahwa penyebabnya bukan karena terinfeksi virus corona.

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Dewan Pertimbangan PB IDI Zaenal Abidin. Dia membenarkan adanya informasi tersebut.

Zaenal mengatakan bahwa almarhum dr Kartono memang diketahui telah lama mengidap penyakit.

"Saya juga dapat kabar dari Sekretariat PB IDI bahwa beliau telah meninggal dunia. Memang beliau sakit," kata Zaenal.

Belum lama ini, Zaenal bahkan sempat berkunjung ke kediamanan dr Kartono. Dia mengaku sempat bercanda dalam pertemuan tersebut.

"Beberapa waktu lalu kami sempat berkunjung ke rumah beliau. Kami ngobrol dan bercanda, sebab almarhum memang suka cerita dan bercanda," tandasnya.

Semasa hidupnya, Dokter kelahiran Batang, Jawa Tengah 13 Juli 1939 dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi dan selalu memprioritaskan kepentingan masyarakat luas.

Kartono bahkan memiliki cita-cita mulia yakni, memberikan perlindungan kepada masyarakat sejak dalam kandungan hingga orang tua (healthy people in every stage of life). Dia juga ingin memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat di mana pun dia berada (healthy people in healthy places).

Saat didapuk menjadi Ketua IDI periode 1985-1988, Kartono berhasil mendirikan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Indonesia (MKEKI). Majelis ini beranggotakan para dokter dari berbagai latar belakang budaya, etnis, dan lintas bidang.

Tujuan didirikannya MKEKI tidak terlepas dari keinginan Kartono untuk meneggakkan etika kedokteran di dunia medis Indonesia.

Selain itu, Kartono juga sempat menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Di waktu luangnya, almarhum sering menulis artikel dan telah menelurkan sejumlah buku dan karya ilmiah.

1
3