Share

Cara Kurangi Risiko Penularan COVID-19 di Transjakarta

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 08 April 2020 17:01 WIB
$detail['images_title']
Kurangi risiko penularan di Transjakarta (Foto : Arif Julianto/Okezone)

Jakarta akan resm menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Jumat 10 April 2020. Langkah ini diambil untuk membatasi pergerakan manusia dalam upaya memutus mata rantai penularan virus corona COVID-19.

Meski demikian, saat ini masih banyak masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah. Bahkan beberapa di antaranya masih menggunakan transportasi publik menuju tempat kerjanya masing-masing. Para ilmuwan menyebut transportasi umum sebagai sumber utama infeksi.

Kendaraan umum memiliki tingkat penularan virus hingga enam kali lebih besar bagi masyarakat. Oleh sebab itu terdapat beberapa cara yang harus diperhatikan untuk menghindari penularan COVID-19.

Salah satu kendaraan umum favorit masyarakat Jakarta adalah Transjakarta. Merangkum dari Telegraph, Rabu (8/4/2020), berikut beberapa tips aman saat menggunakan Transjakarta di tengah status PSBB yang diberlakukan pemerintah.

Penumpang TJ

Untuk mencegah penularan COVID-19 maupun bakteri dan virus lainnya, disarankan saat bepergian dengan bus, cobalah duduk di tempat yang tenang. Waspadai setiap permukaan pada bus dan hindari untuk memegang pegangan tangan. Jika terpaksa menyentuhnya pastikan untuk mencuci tangan usai turun.

Penelitian telah dilakukan untuk melihat penyebaran penyakit yang terjadi di dalam bus. Tetapi satu studi di BMC Infectious Diseases pada 2011 menemukan bahwa penggunaan bus atau trem dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi.

Penumpang TJ

Tercatat bus memiliki angka hampir enam kali lipat untuk mengembangkan infeksi seperti influenza selama musim flu. Meskipun tuberkulosis (TB) memiliki penularan dengan cara yang berbeda dari flu, tapi penelitian lain di Houston pada 2011 menemukan kejadian TB di dalam bus.

Penyebaran TB terjadi hampir setiap hari dengan risiko delapan kali lebih tinggi di antara para penumpang yang menghabiskan lebih dari satu jam sehari di dalam bus.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Tuberculosis, juga mengidentifikasi 10 rute bus yang menjadi tempat infeksi TB paling umum. Beberapa rute ini biasanya melewati rumah sakit kota.

(hel)