Share

Chloroquine Obat Keras, Masyarakat Tak Bisa Sembarangan Beli

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 22 Maret 2020 12:53 WIB
$detail['images_title']
Jubir Pemerintah Penanganan COVID-19 (Foto : BNPB Indonesia/Youtube)

Dalam upaya menanggulangi virus corona atau COVID-19, pemerintah Indonesia mendatangkan obat Chloroquine. Obat tersebut digunakan oleh negara-negara terdampak virus corona untuk proses penyembuhan pasien.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, Chloroquine memberikan respon positif terhadap proses penyembuhan pasien COVID-19 di beberapa negara. Namun, Achmad Yurianto juga mengingatkan bahwa Chloroquine digunakan untuk penyembuhan, bukan pencegahan.

Jubir Penanganan COVID-19

(Foto : BNPB Indonesia/Youtube)

"Oleh karena itu, tidak perlu masyarakat menyimpan dan membeli Chloroquine. Ingat, Chloroquine adalah obat keras yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter," ujar Achmad Yurianto di BNPB, Jakarta, kemarin.

Karenanya, Yuri berharap tidak ada persepi yang salah pada masyarakat mengenai Chloroquine. Obat ini bukan untuk mencegah infeksi COVID-19.

"Sehingga masyarakat tidak perlu berbondong untuk membeli dan menyimpannya di rumah karena ini adalah obat yang diberikan lewat resep dokter dan tentunya pengawasan tenaga kesehatan," imbuhnya.

(hel)