Share

Pasien yang Ingin Tes Corona Tak Bisa Langsung Datang

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 16 Maret 2020 21:15 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SETELAH Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif virus corona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), sejumlah wartawan mendatangi rumah sakit rujukan COVID-19. Bukannya langsung dilayani, mereka malah mendapati kejadian tak enak.

Akibatnya, tak sedikit wartawan ditelantarkan, karena rumah sakit beralasan belum menyiapkan segala kebutuhan tes COVID-19. Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto pun turut menanggapi kejadian tersebut.

tes

Yuri mengatakan, selama ini orang-orang yang melakukan tes COVID-19 merupakan pasien rujukan, yang memang diharuskan deteksi COVID-19. Itu pun atas permintaan dokter.

"Pemeriksaan ini (COVID-19) adalah atas permintaan dokter. Ini harus dipahami. Jadi tidak bisa datang langsun, tanpa ada indikasi langsung meminta diperiksa," terangnya di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (16//3/2020).

Sementara itu, Yuri berjanji akan mengubah sistem pelayanan khusus kepada pasien non rujukan saat ingin tes COVID-19. Mengatasi masala itu, Yuri bahkan sudah berkoordinasi dengan beberapa lembaga, seperti Balitbangkes, Lembaga Eijkmen, Laboratorium Mikrobiologi UI, Labkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah) dan BTKL (Balai Teknik Kesehatan Lingkungan)

tes covid

"Kemudian percepatan pemeriksaan, sudah disepakati bahwa untuk Jakarta ini akan segera dioperasionalkan seluruhnya. Tadi secara teknis sudah dibicarakan mudah-mudahan secepatnya," tuturnya.

Dalam waktu, Yuri berharap laboratorium yang sudah ditunjuk siap menerima sampel pasien yang ingin tes COVID-19. Sementara rumah sakit rujukan COVID-19 juga tidak boleh menelantarkan atau bahkan menolak pasien non rujukan yang datang untuk tes COVID-19.

"Tadi sudah saya cek bahwa itu sudah dilaksanakan dan saya minta ini. Ini berlangsung supaya pemeriksaan lebih cepat lagi," pungkasnya.

1
3