Share

Fakta Transplantasi Ginjal, Bisa Bebas Cuci Darah Tapi...

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 11 Maret 2020 18:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Sebagian pasien yang mengalami gagal ginjal cenderung menjalani pengobatan dengan cara hemodialisa (HD) untuk memperpanjang masa hidupnya. Meski demikian seseorang bisa memperoleh kesembuhan apabila melakukan transplantasi ginjal.

Seperti diketahui, sebenarnya terdapat tiga cara untuk mengobati pasien gagal ginjal. Hemodialisa (HD), Continous Ambulatory Peritonial Dialysis (CAPD) dan transplantasi ginjal. Lantas seberapa besar tingkat keberhasilan pasien yang melakukan metode transplantasi ginjal?

Menjawab hal tersebut Ketua Umum PB PERNEFRI, dr. Aida Lydia, PhD, Sp. PD-KGH mengatakan keberhasilan proses transplantasi ginjal bisa mencapai 90 persen. Namun untuk melakukan transplantasi, seseorang harus melakukan banyak proses sebelum menemukan kecocokan.

“Sebelum melakukan transplantasi, dokter akan memeriksa kecocokan jaringan dan memeriksa apakah pasien dalam kondisi sehat. Hal inilah yang nantinya menjadi bahan penilaian. Jika semua terpenuhi maka angka keberhasilannya 90 persen,” terang dr. Aida kepada Okezone, Rabu (11/3/2020)

Gagal Ginjal

Dokter Aida mengatakan jika transplantasi ginjal yang dilakukan seorang pasien berjalan dengan bagus, maka cara ini bisa menggantikan kinerja organ tubuhnya dengan sempurna. Bahkan kemungkinan besar, pasien tersebut tidak perlu melakukan hemodialisa.

“Sebagian besar pasien dijamin tidak HD lagi. Tapi seumur hidup orang itu harus minum obat untuk mencegah reaksi penolakan dari dalam tubuh. Karena organ (ginjalnya) berasal dari tubuh orang lain dan bukan dari jaringannya,” tuntasnya.

(hel)