Share

Bantu Nasabah Kelola Stres dan Optimalkan Produktivitas, Generali Luncurkan Fitur Sleep & Stress

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 05 Maret 2020 15:45 WIB
$detail['images_title']
Peluncuran DNA Journal Sleep & Stress oleh Generali di kawasan Jakarta Pusat (Foto: Wilda Fajriah)

MEMASUKI 2020, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) terus berkomitmen memberikan produk dan layanan inovatif. Hal ini dibuktikan dengan peluncuran fitur terbaru dari Generali DNA Journal yakni Sleep & Stress.

Dengan harapan, fitur ini akan membantu nasabah mengenai profil tidur, tingkat ketahanan, dan toleransi terhadap stres serta potensi gangguan tidur sesuai dengan DNA masing-masing. Peluncuran fitur terbaru ini juga sebagai bagian dari komitmen Generali dalam memberikan ragam life benefit bagi nasabah.

Komitmen Generali untuk terus fokus pada pengembangan produk dan layanan yang mengedepankan manfaat hidup (life benefit), terutama yang berkaitan erat dengan kesehatan. Langkah ini merupakan bagian untuk menjadi lifetime partner bagi seluruh nasabah dan selalu hadir di setiap tahapan hidup mereka.

CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman mengatakan, kehadiran fitur terbaru DNA Journal Sleep & Stress semakin melengkapi layanan DNA Journal untuk nasabah agar hidup lebih sehat dan bahagia.

1

"Stres terkadang tidak disadari dan kita juga kurang memperhatikan kualitas tidur, padahal kedua hal ini bisa memberikan pengaruh besar terhadap kesehatan fisik dan mental seseorang," papar Edy pada acara launching DNA Journal Sleep & Stres di bilangan Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (4/3/2020).

Layanan ini merupakan fitur terbaru dari Generali DNA Journal yang juga mampu memberikan analisa variasi genetik terhadap kebutuhan nutrisi, sensitivitas pasa kandungan makanan serta hal-hal umum lainnya yang menyangkut stamina dan kesehatan tubuh.

Melalui hasil analisa DNA Journal Sleep & Stress, nasabah bisa mengatur respon diri untuk mengantisipasi situasi dengan tekanan tinggi (pressure), sehingga stres bisa lebih terkendali dengan baik tanpa mengurangi kualitas kerja.

Disisi lain, hasil analisa tersebut bisa membantu nasabah mengetahui kebutuhan tidur yang berkualitas, dampak kafein pada tidur serta mengidentifikasi kronotipe atau jam internal kapan waktu paling mengantuk dan kapan saat paling berenergi. Pada akhirnya, nasabah mampu mengoptimalkan produktivitas. Keseluruhan analisa ini bisa didapatkan hanya dengan memberikan sampel berupa air liur.

"Dari hasil analisa fitur terbaru ini, nasabah bisa mendapatkan ragam informasi baru tentang keunikan genetik dan membantu mereka memiliki lifestyle dan behaviour baru yang cocok dengan karakteristik DNA. Inilah yang menjadi perhatian kami untuk membantu nasabah lebih mengenal diri mereka dan mengurangi risiko sakit," pungkas Edy.

Sebagai informasi, turut hadir dalam acara ini Aktor dan Inspektur Yoga Anjasmara, Dokter Spesialis Pendiri Snoring & Disorder Clinic Andreas Prasadja, aktris Bella Fawzi, serta beberapa tamu undangan lainnya. (cm)

(fmi)