Share

Pakai Masker Bisa Tingkatkan Risiko Orang Sehat Terinfeksi Korona COVID-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 03 Maret 2020 11:24 WIB
$detail['images_title']
Mencegah penularan virus korona (Foto : Businessinsider)

Para praktisi medis di Amerika Serikat (AS) memperingatkan masyarakat tidak panik dengan menimbun masker bedah atau respirator N95 untuk mengatasi infeksi COVID-19.

Berdasarkan hasil wawancara Forbes dengan seorang spesialis pencegahan infeksi, seseorang tidak perlu memakai masker bedah atau N95 jika tidak sakit. Justru pemakaian masker pada orang yang sedang sehat akan meningkatkan risiko infeksi, termasuk COVID-19.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Dr Eli Perencevich, Seorang Profesor Kedokteran dan Epidemiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Lowa, dr. Eli Perencevich mengatakan mengenakan topeng dapat membuat seseorang puas dengan kebersihan pribadi mereka.

"Jika Anda tidak mencuci tangan sebelum melepas topeng dan setelah melepas topeng, seseorang bisa meningkatkan risiko terinfeksi," kata dr. Perencevich, melansir dari Asia One, Selasa (3/3/2020)

Masker Wajah

(Foto : Reuters)

Dokter Perencevich juga memperingatkan tentang bahaya di balik rasa aman yang salah yang terjadi di masyarakat. Oleh sebab itu, ia menyatakan hanya orang yang tidak sehatlah yang perlu memakai masker untuk mencegah virus agar tidak ditularkan kepada orang lain.

Dokter Perencevich menambahkan bahwa masker bedah dimaksudkan untuk menjaga tetesan yang terdampak pada seseorang dan tidak untuk mencegah penyakit. Berbeda dengan respirator bedah yang biasa dikenal dengan masker N95.

Namun beberapa profesional medis lainnya mengatakan masker N95 juga tidak direkomendasikan untuk dipakai. Selain itu mengenakan masker sebenarnya dapat meningkatkan risiko infeksi murni.

Penggunaan masker dapat menyebabkan lebih banyak kontak wajah. Seseorang akan lebih sering menyentuh wajah mereka meskipun tanpa sadar. Tidak ada jaminan bahwa seseorang akan mengenakan masker dengan benar.

“Respirator diketahui masih memungkinkan sejumlah kecil kebocoran. Tidak ada respirator yang akan menghilangkan eksposur sepenuhnya," tambah dr. Perencevich.

Selain itu respirator juga menjebak udara. Penggunaan yang tidak tepat atau tidak membuang masker dengan benar dapat meningkatkan risiko infeksi.

Dokter Perencevich memperingatkan masyarakat tidak membeli dan menimbun masker karena akan mengganggu para petugas kesehatan. Para petugas kesehatan ini akan kehilangan barang-barang penting ketika mereka sangat membutuhkannya.

Virus Korona

Ahli Bedah AS, Jerome Adams mensosialisasikan sudut pandang ini, di akun media sosial Twitter. Ia menjelaskan risiko mengenakan masker wajah yang selama ini telah banyak dibahas di Singapura.

Menurut Departemen Kesehatan, hanya orang yang tidak sehat yang harus menutupi wajahnya dengan masker. Namun jika seseorang masih memilih untuk berbuat salah dengan upaya berhati-hati, maka akan menciptakan lebih banyak kelangkaan.

1
2