Share

Paling Banyak Bunuh Kaum Adam, 26 Ribu Orang Indonesia Meninggal karena Kanker Paru

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 19:16 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Hal tersebut dinilai dapat mencegah kemungkinan kanker hinggal 30 persen-35 persen, disertai dengan deteksi kanker atau skrining guna membantu diagnosa lebih dini sehingga memungkinkan pengobatan dengan hasil yang baik.

Albert Charles Sompie, penyintas kanker paru dan anggota support group YKI Pusat mengatakan, melawan kanker bukanlah hal yang mudah. Selain pengobatan, juga diperlukan dukungan keluarga dan orang terdekat sekaligus seluruh elemen masyarakat.

"Dengan memahami dan mendapatkan pengobatan yang tepat, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan pasien kanker," ungkapnya.

(mrt)