Share

Filipina Laporkan Kematian Pertama Pasien Virus Korona di Luar China

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 03 Februari 2020 08:13 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto : Flippboard)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pernyataan, Filipina menjadi negara pertama kasus kematian akibat infeksi virus korona di luar China.

Diterangkan di sana, pria China itu berusia 44 tahun yang baru saja mengunjungi Filipina. Ia meninggal dunia akibat infeksi virus korona. Departemen Kesehatan Filipina juga mengonfirmasi kematian ini.

Bahkan, dikatakan di sana bahwa rekan perempuan pria tersebut pun sekarang tengah mendapat penanganan medis serius di rumah sakit di Manila akibat infeksi virus korona yang sama, menurut laporan Associated Press.

Dilansir dari Fox News, pria yang meninggal di Filipina itu merupakan WN China, tepatnya menetap di Wuhan, lokasi utama penyebaran virus korona baru itu. Ia sempat dirawat di rumah sakit di Manila pada 25 Januari 2020 dengan diagosa pneumonia berat. Pasangannya pun demikian.

Pejabat Kesehatan Filipina menjelaskan, keduanya tiba di Filipina melalui jalur Hong Kong pada 21 Januari 2020. Di awal kedatangannya, pria tersebut tampak sehat dan tidak menunjukan gejala apapun.

Namun, beberapa waktu berselang, tubuhnya mulai menunjukan masalah serius sampai akhirnya diagnosa pneumonia berat keluar. Ia pun dilarikan ke rumah sakit di Manila dan dinyatakan terinfeksi virus korona Wuhan.

Virus Corona

Pria tersebut bahkan sempat dinyatakan membaik, walau akhirnya beberapa jam sebelum akhirnya ia wafat, kesehatan tubuhnya memburuk.

"Kami saat ini tengah bekerja dengan keduataan besar China untuk memastikan pengelolaan mayat yang baik sesuai dengan standar nasional dan internasional untuk mengatasi penyebaran virus ini," kata Menteri Kesehatan Filipina Francisco Duque.

Duque melanjutkan, timnya sedang melakukan penyelidikan untuk mencari tahu informasi tentang kesehatan pelancong China lainnya yang mungkin satu pesawat dengan pria ini sebelum akhirnya mendarat di Filipina.

Sementara itu, enam pejabat di Huanggang telah dipecat akibat 'kinerja buruk' dalam penanganan wabah virus korona, lapor Kantor Berita Xinhua China.

(hel)