Share

Obat Kanker Payudara Terlalu Telat Diberikan, Kemenkes Diminta Ubah Peraturan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 29 Oktober 2019 18:31 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Di sisi lain, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat memberi catatan penting untuk Kementerian Kesehatan terkait dengan obat trastuzumab ini.

Dalam catatan Lestari, saat ini mereka tengah berjuang secara advokasi agar pasien kanker payudara khususnya HER-2 Positif mendapatkan pengobatan sesuai dengan apa yang diperlukan. Permenkes pun keluar, namun menurut Lestari, proses untuk mendapatkan obat trastuzumab harus melalui beberapa langkah pemeriksaan untuk memastikan obat tersebut bisa diberikan atau tidak.

1 Agustus 2019 telah mengundang para pemangku kepentingan untuk memaparkan penelitian teknologi singakatan.

Catatannya yang lain ialah obat trastuzumab tidak bisa diberikan sebagaimana mestinya. Padahal, pihak Kementerian Kesehatan pada 1 Agustus 2019 telah mengundang para pemangku kepentingan untuk memaparkan penelitian teknologi singakatan.