Share

Tren Pembekuan Sel Telur dan Sperma di Indonesia

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 17:30 WIB
$detail['images_title']
Membekukan sperma (Foto: Kaunozinious)

"Oleh karenanya, bila ada pasien yang harus kemoterapi dengan kondisi belum menikah dan berpikir suatu saat ingin menikah dan punya anak, lebih baik segera egg banking atau sperm banking, dibekukan. Baru setelah itu penyakitnya ditreatment supaya sembuh, sehat. Setelah itu dengan sel telur atau sperma yang dibekukan bisa punya anak," tambah Prof Arief.

Pembekuan sel telur dan sperma juga bisa dilakukan oleh pasangan suami istri yang menjalani hubungan jarak jauh dan sedang program hamil. Program bisa menjadi terganggu apabila di saat istri sedang dalam masa subur suaminya tidak ada karena harus bertugas. Dengan membekukan sperma, pembuahan bisa dilakukan kapan saja melalui teknologi tanpa harus berhubungan badan.

"Jadi pas istri sedang dalam masa subur, bisa dilakukan fertilisasi atau pembuahan menggunakan sperma yang dibekukan," pungkas Prof Arief.

Follow Berita Okezone di Google News

(dno)