Share

Penyakit Berkhayal di Film Joker dan Kesehatan Mental

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 07 Oktober 2019 09:26 WIB
$detail['images_title']
Film Joker dan gangguan Mental (Foto: Variety)

Orang dengan gangguan 'berkhayal' pikirannya dapat berfungsi secara normal, terlepas dari subjek khayalan mereka, dan umumnya tidak berperilaku dengan cara yang jelas aneh. Ini tidak seperti orang dengan gangguan psikotik lainnya, yang juga mungkin memiliki delusi sebagai gejala gangguan mereka.

Tetapi dalam beberapa kasus, orang dengan gangguan delusi mungkin menjadi begitu sibuk dengan delusi mereka sehingga hidup mereka terganggu. Meskipun delusi mungkin merupakan gejala dari gangguan yang lebih umum, seperti skizofrenia, gangguan delusi itu sendiri agak jarang terjadi. Gangguan delusi paling sering terjadi pada usia pertengahan hingga akhir dan sedikit lebih umum pada perempuan daripada pada pria.

Penyebab seseorang alami gangguan 'berkhayal'

Seperti halnya banyak gangguan psikotik lainnya, penyebab pasti gangguan delusi belum diketahui. Tetapi para peneliti melihat peran faktor genetik, biologis, lingkungan, atau psikologis yang membuatnya lebih mungkin.

Faktor genetik pasien dilihat dari fakta bahwa gangguan delusi lebih sering terjadi pada orang yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan delusi atau skizofrenia. Sifat keturunan. Dipercayai bahwa, seperti halnya gangguan mental lainnya, kecenderungan untuk mengalami gangguan delusi mungkin diturunkan dari orang tua kepada anak-anak mereka.

Lalu, faktor biologis. Para peneliti sedang mempelajari bagaimana gangguan delusi mungkin terjadi ketika bagian otak terjadi ketidaknormalan. Daerah otak abnormal yang mengontrol persepsi dan pemikiran mungkin terkait dengan gejala delusi.

Kemudian, faktor lingkungan atau psikologis. Bukti menunjukkan bahwa stres dapat memicu gangguan delusi. Penyalahgunaan alkohol dan narkoba juga dapat berkontribusi terhadapnya. Orang yang cenderung terisolasi, seperti imigran atau mereka yang memiliki penglihatan dan pendengaran yang buruk, tampaknya lebih cenderung memiliki gangguan delusi ini.