Share

Galau Jauh dari Ponsel, Awas Terkena Nomophobia

Rabu 04 September 2019 01:10 WIB
$detail['images_title']
Cemas kalau jauh dari ponsel (Foto: Metro)

Nomophobia terkait erat dengan penggunaan Internet yang problematis alias internet use disorders, di mana dikarakterisasi oleh penghamburan waktu secara berlebihan untuk hiburan (entertainment) di dunia online (Internet), sehingga menyebabkan preokupasi dan ketidakmampuan untuk melakukan diskoneksi. Akhirnya menimbulkan konflik dengan diri sendiri atau dengan orang lain.

Sebagai deteksi dini, penderita nomophobia menunjukkan gejala awal suka melakukan swafoto tanpa mengenal waktu dan tempat, suka (iseng) menggunakan ponsel saat mengendarai mobil, motor, saat menyeberang jalan, ketika belajar di sekolah, atau melakukan rapat di kantor, bahkan ketika beribadah dan berdukacita.

Seperti dilansir Solopos, penderita Nomophobia kurang dapat mengendalikan diri saat menggunakan telepon genggam atau berada di dekat sarana komunikasi canggih. Dengan teknologi canggih itu, ia cenderung memboroskan waktunya untuk hal-hal yang nonproduktif.

Ada beberapa patognomonis (karakteristik klinis nan khas) nomophobia. Pertama, merasa sangat takut, panik, gugup, bingung, dan/atau cemas yang berlebihan dan irasional saat ponsel hilang, tidak berada di tempatnya, terlupa dibawa.

Kedua, penderita Nomophobia suka menggunakan waktu luang untuk 'bermain' telepon seluler atau kecanduan gawai selain untuk tujuan edukatif.

Ketiga, penderita nomophobia umumnya memiliki lebih dari satu gawai. Keempat, dimanapun dan kapanpun penderita Nomophobia terbiasa membawa power bank atau charger.

Follow Berita Okezone di Google News