Share

Ribuan Orang Meninggal Akibat Kanker, Yuk Kenali Gejala dan Galakkan Deteksi Dini

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 19:23 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi deteksi dini kanker paru

Pentingnya deteksi dini kanker juga pernah dilontarkan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. DR. dr Aru Wisaksono Sudoyo. Dia mengatakan, diharapkan dengan deteksi dini, maka kanker dapat ditemukan pada stadium dini (awal), sehingga pengobatan menjadi lebih berhasil dengan biaya lebih murah dan waktu pengobatan lebih singkat. "Kanker itu harus bisa ditemukan dalam stadium lebih dini, agar mudah dan cepat diobati," ujarnya beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan deteksi dini kanker meliput, pap smear atau IVA untuk deteksi kanker leher rahim, mamografi dan USG payudara untuk kanker payudara, serta rontgen paru untuk deteksi kanker paru-paru.

Colok dubur dan pemeriksaan dara samar di feses juga dapat dilakukan untuk deteksi dini kanker kolorektal atau usu besar, USG prostat dan cek kadar PSA dalam darah untuk deteksi kanker prostat, dan USG kandungan dan pemeriksaan kadar CA 125 untuk deteksi kanker indung telur. 

Tak hanya itu, pemeriksaan THT dapat dilakukan untuk mendeteksi dini kanker nasofarings atau kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut, serta USG perut untuk mendeteksi kanker hati.

Deteksi dini saja ternyata tak cukup, gejala kanker juga perlu diwaspadai. Di antaranya seperti perubahan kebiasaan dalam waktu buang air besar/kecil, alat pencernaan terganggu atau susah menelan, suara serak atau batuk yang tidak sembuh dalam 1 bulan, payudara atau di tempat lain teraba ada benjolan, tahi lalat berubah sifat menjadi gatal atau berdarah. Gejala lainnya, ada darah atau lendir yang abnormal keluar dari bagian tubuh, serta adanya luka yang tak kunjung sembuh.

(ful)