Share

Ini yang Terjadi pada Lambung dan Kerongkongan saat Kita Puasa

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 27 Mei 2019 05:01 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Aktivitas fisik dan makanan harus diperhatikan

Bukan hanya makanan yang mesti diperhatikan, tapi juga aktivitas fisik. Kegiatan yang meningkatkan gas di dalam lambung juga harus dihindarkan, antara lain makan permen khususnya permen karet dan rokok. Rokok sudah terbukti dapat menyebabkan pelemahan klep bawah kerongkongan dan memperlambat pengosongan lambung serta memperburuk luka yang terjadi pada lambung.

Selain itu yang perlu diperhatikan, sambung dokter Ari, saat berbuka cukup dengan minuman yang manis dan 3-5 buah kurma setelah salat Maghrib dan setelah salat bisa mengonsumsi makanan besar dengan tetap memberhatikan jumlah makanan dan macam makanan yang dikonsumsi.

 

"Kita musti ingat, puasa membuat asupan makanan dibatasi dan ini terbukti malah membuat tubuh jauh lebih sehat," tegasnya.

Oleh karena itu, jumlah makan malam mesti tetap sama seperti kita makan malam dan bukan menggeser jumlah makan siang dikonsumi saat malam saat setelah kita berbuka puasa. Begitu pula saat sahur hindari makanan yang sulit dicerna dan yang terpenting juga kualitas makanan yang dikonsumsi saat sahur.

"Kadang kala, karena terburu-buru, kita hanya menghangatkan makanan saat berbuka tanpa memperhatikan kualitas makanan tersebut. Ini yang bakal menjadi salah satu pencetus masalah kesehatan selama puasa," pungkasnya.

(tam)