Share

Bercermin dari Kasus Iker Casillas, Menusuk Jari dengan Jarum Bisa Menolong Pasien Serangan Jantung?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 15:15 WIB
$detail['images_title']
Iker Casillas terkena serangan jantung (Foto: Wionews)

Penjaga gawang FC Porto, Iker Casillas, tengah menjadi perbincangan publik setelah dilaporkan mengalami serangan jantung saat menjalani sesi latihan tim di PortoGaia Sports Formation, Rabu 1 Mei 2015.

Kabar tersebut sontak menarik perhatian para pencinta sepak bola di seluruh dunia, tak terkecuali bagi dokter spesialis jantung Indonesia, dr Vito Damay, SpJP(K), FIHA, FICA dari Siloam Hospitals.

Dalam sebuah video yang diunggahbke dalam akun instagram pribadinya, Vito memuji kinerja klub dan rumah sakit tempat Casillas dirawat. Menurutnya, pihak club telah melakukan keputusan yang tepat membawa langsung Casillas setelah pemain berjuluk "Saint Iker" itu kolaps di tengah lapangan.

"Dilihat dari berita-berita di luar negeri, dia sudah baik-baik saja. Berarti, prosedur penanganannya sudah dilakukan baik. Sepertinya dia cepat dilarikan ke rumah sakit, dan itu adalah tindakan yang tepat," tutur Vito Damay, sebagaimana dikutip Okezone dari instagram pribadinya, Kamis (2/5/2019).

Lebih lanjut, Vito menjelaskan, apapun pemicu serangan jantung, pasien memang harus segera dilarikan ke rumah sakit dan jangan mengambil keputusan sendiri.

Mitos yang berkembang di tengah masyarakat, menyebutkan bahwa pasien yang terkena serangan jantung bisa diberi pertolongan pertama dengan menusuk ujung jari dan telinganya dengan jarum, atau merangsang pasien batuk untuk menormalkan denyut jantung.

Pada kenyataannya, hal itu dianggap sebagai tindakan yang sia-sia atau mitos belaka. Pasien yang terkena serangan jantung secepatnya harus dilarikan ke rumah sakit, dan jangan ditunda-tunda.

"Saya masih menemukan ada orang yang terlambat dibawa karena ada keluarga yang menganggap bisa memberi pertolongan dengan menusuk-nusuk ujung jari dengan jarum. Ini tidak benar. Semakin ditunda, justru dapat memicu terjadinya komplikasi hingga berakhir pada kematian," tukasnya.

Oleh karena itu, Vito menegaskan, apapun penyebabnya, ketika pasien mengalami serangan jantung sebaiknya langsung dilarikan ke rumah sakit dan jangan ditunda-tunda.

(hel)