Share

Iker Casillas Kena Serangan Jantung, Kenali Faktor-Faktor Penyebabnya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 14:09 WIB
$detail['images_title']
Iker Casillas Kena Serangan Jantung (Foto: Ist)

KABAR mengejutkan datang dari mantan penjaga gawang Real Madrid, Iker Casillas. Berdasarkan data yang dihimpun Okezone, pria berkebangsaan Spanyol itu dilaporkan mengalami serangan jantung saat menjalani sesi latihan bersama F.C Porto di PortoGaia Sports Formation, Rabu 1 Mei 2019.

Pria yang dijuluki 'Saint Iker' itu pun terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Berbagai dukungan pun diberikan oleh rekan-rekan tim maupun para pesepakbola di seluruh dunia sesaat setelah mendengar kabar tersebut.

Bahkan, salah satu dokter spesialis jantung Indonesia, dr Vito Damay, SpJP(K), FIHA, FICA menggunakan Instagram pribadinya untuk membahas serangan jantung yang dialami sang kiper.

BACA JUGA : 7 Gaya Dubes Jepang Pamer Kuliner Lokal Indonesia, Selalu Dimakan Sampai Piring Bersih!

Menurut penuturan Dokter Vito, Casillas mengalami penyakit yang dinamakan Infark Miokard Akut atau kondisi serangan jantung yang cukup serius. Penyakit ini biasanya ditandai oleh peningkatan enzim yang membuat otot-otot jantung mengalami kerusakan.

"Kalau sudah seperti ini, biasanya akan dilakukan prosedur katerisasi. Ada kemungkinan dipasang ring atau stent, tapi saya belum tahu pasti apakah Casillas sudah melakukan prosedur tersebut, karena kondisinya sendiri sudah membaik," tutur Vito Damay, sebagaimana dikutip Okezone dari siaran IGTV pada akun instagram pribadinya, @dr.vitodamay, Kamis (2/5/2019).

Ada beberapa hal menarik yang ingin digarisbawahi Vito pada kasus Casillas, apalagi ia merupakan pesepakbola profesional dan olahragawan yang relatif masih muda.

Menurut Vito, kasus serangan jantung memang sudah sering terjadi pada orang berusia 30-tahunan. Terlebih melihat pola hidup yang semakin lama semakin memburuk. Perkembangan teknologi yang begitu pesat ternyata juga berkontribusi dalam mengubah pola hidup manusia. "Ibaratnya, sekarang orang lebih mudah mendapatkan makanan tinggal pesan dari smartphone mereka, tapi di satu sisi mereka jadi malas berolahraga," tegas Vito.

Lalu, bagaimana jika bercermin pada kasus Iker Casillas? Sebagaimana kita ketahui bahwa seorang pesepakbola profesional tentu tidak boleh mengonsumsi makanan sembarangan. Ada ahli nutrisi dan gizi yang mengatur menu makanan yang dapat mereka konsumsi.

Menanggapi hal tersebut, Vito menjelaskan, penyakit jantung yang berhubungan koroner atau penyempitan pembuluh darah pada jantung, tidak hanya karena pola hidup yang tidak sehat, tetapi juga ada faktor-faktor lain yang berperan. Salah satunya faktor genetika.

Sebagai gambaran, bila ayah dan ibu kandung pasien pernah mengalami serangan jantung di masa muda, mereka juga memiliki kecenderungan menderita hal yang sama. Namun, hal ini bisa dihindari jika sang anak menjalani kehidupan yang berbeda (tidak merokok dan hidup sehat).

"Saya tidak tahu apakah dia merokok atau tidak, salah satu penyebab serangan jantung di usia muda adalah perokok. Dan ketika dia punya genetik serangan jantung di usia muda juga, justru akan memperbesar risikonya," ungkap Vito.

 

Faktor lain yang juga berpengaruh pada peningkatan risiko serangan jantung adalah kolesterol tinggi. Vito tidak memungkiri bahwa sebagai seorang olahragawan, menu makanan Casillas tentu sudah diatur sedemikian rupa.

Namun perlu diketahui, kadar kolesterol sendiri tidak melulu soal makanan yang dikonsumsi, bahkan kontribusinya hanya sekitar 30%.

 BACA JUGA : Berencana Menikah? Coba Jalani Serangkaian Tes Kesehatan Ini Dulu

"Artinya, orang yang jaga makan, belum tentu kolesterolnya normal. Ada faktor-faktor lain yang menyebabkan kolesterol tinggi. Casillas seharusnya cek juga kolesterol LDL-nya atau kolesterol jahat," tukas Vito.

(dno)