Share

Banyak Pasien Kanker Berobat ke Luar Negeri, Indonesia Tak Mampu?

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 15 Februari 2019 16:33 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEJAK dikabarkan terdiagnosa leukemia, Denada memboyong putrinya, Shakira Aurum berobat ke Singapura. Dari kondisi tersebut, benarkah teknologi pengobatan kanker pada anak di Indonesia ini kurang mumpuni?

Sebetulnya, jika kondisi penyakit kanker anak dibandingkan di luar negeri, dari proses rujukan, tenaga ahli sampai banyaknya pasien kanker di sana berbeda. Meski WHO menyebut lebih dari 150.000 anak di seluruh dunia terdiagnosa kanker.

Menanggapi hal itu, Ahli Kanker Anak dr Mururul Aisyi, SpA(K) mengatakan, kondisi penyakit di Indonesia yang paling diutamakan cepat ditangani adalah penyakit infeksi. Dari mulai proses rujukan, sampai mendapatkan tenaga ahli untuk mengatasi kanker anak, tidak ada permasalahan.

Baca Juga: Dijodohkan dengan Ifan "Seventeen", Intip Seksinya Juliana Moechtar Berbalut Mini Dress Ketat

"Kalau di sini proses rujukan spesialisnya bagus, juga kanker insiden tidak banyak, sekira 5.000-6.000 kasus baru per tahunnya. Tapi yang lebih dipentingkan itu penanganan penyakit infeksi," ujar dr Aisyi saat dihubungi Okezone.

Dia menjelaskan, ketika pasien datang berobat ke rumah sakit, dengan gejala penyerta kanker pada anak, langsung diterapi di fasilitas kesehatan tingkat tertinggi. Kemudian, pasien akan mendapatkan rujukan berjenjang ke bawah, ketika kondisinya semakin membaik.

Sebabnya, ketika anak menderita kanker, jaminan untuk kesembuhannya tergolong besar. Apalagi kalau anak tersebut usianya 1-12 tahun. "Terapi awal adikuat (manjur), baru bisa turun berjenjang. Makanya di rumah sakit tipe B dan C pun bisa menangani kanker anak. Kalau di luar negeri ada terapi support," ucap dr Aisyi.

Baca Juga: 5 OOTD Cantik Elisa Jonathan, Finalis Miss Indonesia 2019 yang Ternyata Pacarnya Anak Ahok

Dia menjamin, fasilitas di rumah sakit tipe A pasti lengkap, baik itu dari segi alat, obat-obatan sampai tenaga ahli yang mumpuni. Keluarga pasien pun sebenarnya tidak usah khawatir ketika ingin berobat di Indonesia saja.

Senada dengan dr Aisyi, Spesialis Anak dr Elizabeth Yohmi, SpA(K) dari RS Carolus Jakarta menegaskan, rumah sakit di Tanah Air untuk menangani kanker pada anak sudah mumpuni. Hanya saja, setiap pasien berhak memilih berobat di mana saja, sesuai dengan kondisi finansialnya. "Mumpuni kalau berobat di Indonesia. Tapi kalau mau ke luar negeri ya hak orang saja," tutur dr Yohmi.

Sekadar informasi, jenis kanker terbanyak yang diderita anak-anak adalah leukimia. Disusul kemudian limfoma dan tumor pada sistem saraf pusat. Beberapa jenis tumornya antara lain neuroblastoma, nephroblastoma, medulloblastoma dan retinoblastoma.

1
2