Share

Tanggulangi Zoonosis Global, Indonesia Pimpin GHSA Bersama 15 Negara ZDAP

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 05 November 2018 18:52 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SAAT ini masalah kesehatan masih menjadi salah satu hal yang paling mendapatkan sorotan dari dunia. Berbagai penyakit yang mengganggu kesehatan masyarakat terus berkembang dan belum menemukan jalan keluar untuk mengeliminasinya.

Melihat hal tersebut, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran penyakit zoonosis secara global. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengadakan Global Health Security Agenda (GHSA) Ministerial Meeting yang berlangsung pada 5-8 November di Nusa Dua, Bali.

Sebanyak 15 negara tergabung dalam Zoonotic Diseases Action Package (ZDAP) yang akan membahas pencapaian dan rencana aksi implementasi 2014-2019. Tentunya acara ini sangat penting dan bermanfaat bagi pemerintah Indonesia, khususnya dalam upaya pengendalian penyakit zoonosis.

GHSA sendiri adalah sebuah forum internasional yang akan membahas tentang lanjutan penanganan penyakit zoonosis, pertukaran informasi, peningkatan kapasitas serta komitmen jangka panjang terhadap tanggap darurat zoonosis.

Baca Juga: Gaya Pertama Cut Meyriska Berhijab, Bikin Jatuh Hati!

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Anung Sugihantono, mengatakan kewaspadaan dini serta respon untuk mengatasi ancaman pandemi pada manusia menjadi fokus utama dalam acara ini. Ia mencontohkan virus flu burung yang sempat mewabah di Indonesia pada 2005 silam.

“Salah satu keberhasilan kami dalam pengendalian zoonosis adalah menurunnya angka kasus flu burung pada manusia. Ini semua berkat kerjasama antara petugas lapangan dari sektor kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan,” tegas Dirjen Anung, saat diwawancarai Okezone di Nusa Dua Convention Hall, Senin (5/11/2018).

dirjen anung

(Foto: Kemenkes)

Dirjen Anung menjelaskan, bahwa dengan adanya GHSA, akan sangat membantu Indonesia dalam sektor kesehatan. Terbukti Indonesia telah menemukan cara utama menanggulangi penyakit flu burung dan mampu memberikan penguatan sistem dalam implementasi yang diterapkan.

“Mekanisme penularan flu burung telah kita pahami. Contohnya, jika unggas yang ada di peternakan maka akan dengan mudah kami berantas jika terinfeksi. Namun, berbeda halnya jika di sekitar peternakan ada banyak burung kicau yang tertular. Tentu hal ini akan menjadi sulit,” lanjutnya.

Baca Juga: Intip 5 Gaya Suami Maia Estianty, Irwan Mussry Kulineran, Doyan Santap Makanan Jepang Lho!

“Dalam kasus flu burung yang pernah menyerang Indonesia di masa lalu, Kementerian Kesehatan sengaja menganggarkan dana untuk mengganti kerugian si pemilik burung kicau tersebut. Inilah yang menjadi langkah kecil bagi kami sebagai bagian dari penguatan sistem,” sambungnya.

(hel)