Share

Konsumsi Kacang Kedelai Bisa Jadi Alternatif Protein untuk Anak

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 24 Oktober 2018 16:39 WIB
$detail['images_title']
Kacang kedelai (Foto: Shutterstock)

PEMENUHAN kebutuhan nutrisi harus sudah dilakukan oleh orangtua kepada anak sejak kecil. Sedari dini, anak sudah sepatutnya dikenalkan terhadap varian makanan. Hal ini guna mencukupi nutrusi yang dibutuhkan tubuh. Sebab, kecukupan nutrisi sangat penting di fase kritis tumbuh kembang anak.

"Masa kanak-kanak menjadi modal utama untuk menentukan generasi bangsa. Tumbuh kembang anak akan optimal bila pemenuhan nutrisinya cukup. Nutrisi yang diterima harus lengkap dan seimbang," ungkap dokter spesialis gizi klinis, dr Ida Gunawan M.S., Sp.GK (K) saat ditemui Okezone dalam media gathering 'The Journey of Soya' yang diselenggarakan oleh Danone, Rabu (24/10/2018), di Jakarta.

Dijelaskan oleh dr Ida, nutrisi yang diterima oleh anak harus lengkap dan seimbang. Lengkap berarti dalam sekali makan tidak boleh hanya satu macam saja di piring. Melainkan harus ada karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral. Sedangkan seimbang berarti sesuai dengan usia anak.

 (Baca Juga:Cara Melissa Karim Ajarkan Pendidikan Sains ke Anaknya)

Di masa tumbuh kembang, protein terbilang penting dan dibutuhkan oleh anak. Protein terbagi menjadi dua yaitu hewani dan nabati. Menurut dr Ida, pemenuhan protein harus mencakup kedua jenis tersebut.

"Jumlah dan kualitas harus adekuat dengan komposisi hewan dan nabati 1:1," tambahnya.

Selama ini diketahui protein hewani berupa daging ayam, daging sapi, telur, dan lainnya. Sedangkan untuk protein nabati bisa didapatkan dari kacang-kacangan dan biji-bijian. Untuk mendukung tumbuh kembang anak, kacang kedelai atau soya dapat menjadi alternatif protein untuk anak.

Kedelai sering dimanfaatkan untuk produk olahan seperti tahu, tempe, dan susu. Kacang yang dijuluki 'King of Bean' ini memiliki berbagai kebaikan nutrisi yang bisa melengkapi kebutuhan pada. Kedelai mengandung beberapa makronutrien seperti protein (40%), lemak (22%), karbohidrat (25%), serat (8%), dan mineral. Selain itu, kedelai juga kaya akan asam amino esensial yang dapat membantu metabolisme tubuh serta regenerasi sel baru.

 (Baca Juga:Resep Spaghetti Meatballs, Gak Ribet Pas untuk Kamu yang Lagi Buru-Buru!)

"Kedelai sebagai alternatif sumber protein terbukti memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kedelai juga dapat menjadi alternatif protein yang dapat dikonsumsi bersama dengan protein hewani," ujar Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

Walau kaya akan protein dan nutrisi lainnya, kedelai tidak bisa dikonsumsi sendiri. Sebab masih ada komponen nutrisi yang tidak ada di dalamnya. "Konsumsi soya pada anak-anak tetap harus disertai dengan konsumsi makronutrien dan mikronutrien yang seimbang," pungkas dr Ida.

(tam)