Share

Ini Gejala yang Ditimbulkan Akibat Terinfeksi Bakteri E. Coli

Tiara Putri, Jurnalis · Sabtu 08 September 2018 10:13 WIB
$detail['images_title']
Sakit perut (Foto: Verywellhealth)

BANYAK artikel kesehatan yang membahas mengenai bakteri E coli ketika menyangkut infeksi di saluran pencernaan. Namun mungkin belum semua paham mengenai bakteri tersebut. Kali ini Okezone akan membahas bakteri E coli lebih lanjut.

Melansir Independent, Sabtu (8/9/2018), E coli merupakan bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Sebagian besar strain bakteri sebenarnya tidak menimbulkan risiko besar bagi kesehatan, namun tidak menutup kemungkinan akan terjadi dampak serius ketika bakteri ini menginfeksi. Terlebih lagi E coli bukan hanya dapat menginfeksi orang-orang yang mengonsumsi makanan terkontaminasi, tetapi juga orang-orang yang menyentuh makanan tersebut.

 BACA JUGA:

Tai Chi Dianggap Olahraga Paling Cocok untuk Milenials, Kenapa?

E coli atau Escherichia coli adalah jenis bakteri yang dapat ditemukan di berbagai makanan, di lingkungan, dan di usus mamalia, termasuk manusia. Bakteri ini pun merupakan bagian dari flora usus, namun sayangnya ada strain yang dapat mengganggu kesehatan seseorang. Selain itu, bakteri ini bisa berkembang di luar tubuh manusia.

Bila seseorang terinfeksi oleh bakteri ini, biasanya gejala muncul 3-4 hari. Gejala yang terjadi meliputi diare (dari yang ringan sampai mengeluarkan darah), mengalami kram perut yang menyakitkan, merasa mual, atau muntah. Gejala itu biasanya berlangsung selama 1 minggu bila tidak terjadi komplikasi.

Pada beberapa orang bakteri dapat menyebabkan sejumlah penyakit seperti sistitis, infeksi saluran kemih, dan radang paru-paru. Bahkan anak-anak bisa berisiko menderita penyakit serius karena ketidakmampuan tubuh mengatasi jumlah cairan tubuh yang hilang melalui diare dan muntah. Menurut Mayo Clinic, seseorang harus segera mendaparkan pertolongan medis bila mengalami diare berdarah.

Saat terinfeksi bakteri E coli, biasanya langkah penanganan meliputi pemberian obat atau dengan dosis antibiotik yang kecil. Jangan lupa untuk minum banyak cairan untuk menggantikan cairan yang keluar agar tidak terjadi dehidrasi.

Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkontaminasi bakteri E coli. Sebut saja daging giling, susu yang tidak dipasteurisasi, bayam, dan selada. Tak hanya itu, bakteri ini juga terkadang dapat ditemukan di air karena terjadi penyebaran bakteri melalui kotoran manusia dan hewan.

Infeksi akibat bakteri E coli dapat dicegah dengan cara mencuci tangan dengan bersih setelah menggunakan kamar mandi, sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, setelah bersentuhan dengan hewan, serta saat mengganti popok bayi. Pilihlah pembersih tangan berbasis alkohol minimal 60 persen. Hindari pula konsumsi daging mentah karena dapat meningkatkan risiko infeksi. Sebisa mungkin hindari menelan air ketika berenang di perairan umum seperti kolam renang atau danau.

(dno)