Share

Semakin Mengancam, 57 Kasus Rubella Ditemukan di Jambi

Antara, Jurnalis · Rabu 05 September 2018 19:30 WIB
$detail['images_title']
Rubella (Istock)

DINAS Kesehatan Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi menemukan 57 kasus rubella di daerah itu selama 2017 hingga Agustus 2018.

"Kasus tersebut terdeteksi saat ibu dan anaknya memeriksakan diri ke rumah sakit, tentu masih ada lagi di luar sana yang tidak terdeteksi pihak kesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari dr Elfi Yennie di Muarabulian, Rabu.

Elfie mengatakan penyakit rubella tersebut dapat diketahui dari hasil pengecekan Toxoplasma Rubella Cytomegalo Virus Herpes simplex (TORCH).

 Baca juga: Luka Terbuka Lebih Baik Diplester atau Tidak? Ini Kata Dokter!

Rubella (Shutterstock)

Kasus-kasus rubella yang terdapat di daerah itu diketahui terjadi diantaranya wanita yang sering keguguran, ibu hamil, orang yang tidak memiliki anak dan bayi yang lahir cacat.

Untuk wanita yang terserang virus tersebut sebenarnya dapat di sembuhkan melalui pembersihan virus yang dilakukan selama enam bulan. Namun masa pembersihan tersebut tergantung seberapa berat jenis inveksi yang di alami. Dan setelah dinyatakan bersih barulah wanita yang bersangkutan diperbolehkan untuk hamil.

Virus rubella tersebut sangat berbahaya, selain dapat menimbulkan kecacatan, juga dapat menyebabkan kematian. Terlebih jika menyerang ibu hamil.

 Baca juga: Istri Tega Tukar Sperma Suami dengan Pria yang Dicintainya saat Program Bayi Tabung

"Jika ibu hamil terserang virus tersebut, anak yang dikandung dapat terlahir cacat bahkan beresiko meninggal dunia," ujarnya.

Berdasarkan pengecekan TORCH, di daerah itu terdapat dua bayi yang dilahirkan cacat akibat sang ibu terserang virus rubella. Satu diantaranya meninggal dunia.

 Rubella

Dokter Spesialis Kandungan Rumah Sakit Hamba Muarabulian, dr Rudy membenarkan bahwa ada bayi yang meninggal dunia akibat terserang virus rubella.

 Baca juga: Sering Nyeri Sendi? Ini Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Osteoarthritis

"Baru beberapa bulan terakhir kejadiannya, bayi tersebut terlahir dalam keadaan cacat dan fisik yang lemah akibat sang ibu terserang virus rubella," kata dr Rudy.

Bayi yang meninggal tersebut sempat di rujuk ke rumah sakit Raden Mattaher Jambi dan mendapatkan perawatan secara intensif dari pihak rumah sakit. Namun karena kondisinya yang lemah, bayi tersebut tidak mampu bertahan.

(rzy)