Share

Studi Baru Ungkap Diet Rendah Karbohidrat Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 04 September 2018 20:40 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BANYAK dari Anda yang mungkin sekarang sedang menjalankan diet demi berat badan yang ideal. Sudah perhatikan jenis diet yang Anda lakukan dan bagaimana reaksi tubuh setelahnya?

Bagi Anda yang diet, khususnya diet rendah karbohidrat sepertinya mulai sekarang mulai waspada akan dampak bahaya di belakangnya. Sebab, penelitian yang dilakukan European Society of Cardiology Congress di Jerman mengungkapkan bahwa kebiasaan diet rendah karbohidrat dapat meningkatkan risiko kematian dini.

"Pesannya tampak jelas, kita harus menghindari diet dengan tingkat karbohidrat yang sangat rendah khususnya mereka yang mendapat asupan kalori harian kurang dari 26%. Risiko mungkin lebih nyata ketika tingkat itu turun di bawah 10%," tulis rekan penulis studi, Maciej Banach, seorang ketua Lembaga Penelitian Rumah Sakit Ibu Memorial Polandia kepada TIME yang dikutip Okezone, Selasa (4/9/2018).

 (Baca Juga:Mengerikan! 14 Cacing Parasit Bersarang di Mata Wanita Ini)

Selama beberapa tahun terakhir, diet rendah karbohidrat memang semakin populer dengan alasan untuk menurunkan berat badan. Pengurangan karbohidrat dianggap cukup ampuh untuk menghilangkan berat tubuh.

Tapi, fakta mengungkapkan hal yang berbeda. Pada studi ini, peneliti menggunakan data diet dan kesehatan dari 25.000 orang yang dikumpulkan melalui Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional antara 1999 hingga 2010. Dari rata-rata orang yang selama 6,4 tahun mengonsumsi jumlah karbohidrat rendah, mereka memiliki risiko 32 persen lebih tinggi dari total kematian yang terjadi.

 

Kematian terjadi akibat 50% penyakit vaskular dan 36% karena kanker dibanding dengan orang yang makan banyak karbohidrat. Para peneliti juga meninjau tujuh studi terpisah tentang karbohidrat dan kesehatan, yang melibatkan sekitar 447.500 orang. Menurut Banach, studi-studi tersebut menunjukkan hasil yang serupa.

 (Baca Juga:Bayi Tidur dengan Mata Terbuka, Berbahayakah?)

Tidak jelas mengapa diet rendah karbohidrat terkait dengan risiko kematian dini. Penelitian observasional ini juga tidak dapat membuktikan sebab dan akibat. Namun Banach mengatakan selalu ada konsekuensi ketika seseorang menghindari satu asupan gizi tertentu apalagi jika tidak diganti dengan alternatif yang sehat.

"Nutrisi alami dari makanan sehari-hari itu penting. Oleh karena itu, semua intervensi untuk membatasi secara terbatas salah satu dari nutrisi mungkin berbahaya bagi kesehatan kita," kata Banach.

Lebih lanjut, Despina Hyde, seorang ahli diet terdaftar di Program Manajemen Berat NYU Langone, menyatakan setuju dengan penilaian tersebut.

"Ketika Anda tidak makan karbohidrat, Anda harus makan sesuatu untuk menutupi kekurangan tersebut. Tapi, pada kenyataannya Anda cenderung makan protein tinggi dan lemak tinggi (pada diet rendah karbohidrat)," kata Hyde.

Menjadi catatan di sini, karbohidrat adalah satu-satunya sumber serat dan serat sangat baik untuk mengurangi risiko kanker payudara, menurunkan kolesterol, dan membuat Anda kenyang lebih lama. So, sebaiknya mulai pertimbangkan lagi diet rendah karbohidrat Anda sekarang.

(tam)