Share

Habis Makan Sushi, Pria Berusia 71 Tahun Harus Rela Tangannya Diamputasi

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 31 Agustus 2018 20:35 WIB
$detail['images_title']
Sushi (Foto: Pinterest)

SUSHI merupakan makanan yang cukup menjadi favorit bagi banyak orang. Namun terkadang makanan asal Jepang ini juga bisa membawa masalah. Terlebih bila tidak disajikan sesuai standar. Hal inilah yang terjadi pada seorang pria berusia 71 tahun.

Melansir Newsweek, Jumat (31/8/2018) pria yang belum diketahui namanya itu harus merelakan tangannya diamputasi. Alasannya karena tangan pria tersebut memiliki luka lecet dan melepuh dengan ukuran cukup besar. Kondisi mengerikan itu terjadi 12 jam setelah pria tersebut makan sushi.

Berdasarkan laporan kasus di The New England Journal of Medicine, disebutkan pria itu mengunjungi sebuah UGD di Korea Selatan setelah mengalami demam selama dua hari. Dirinya juga memiliki rasa sakit luar biasa di tangan kirinya. Ketika dokter memeriksa pria itu,ditemukan luka melepuh berwarna ungu berukuran 3,5 x 4,5 cm.

 (Baca Juga: Tentara Wanita dari Rusia Ini Sangat Cantik, Ternyata Dia Adalah)

Tenaga medis di Chonbuk National University Medical School, Jeonju, Korea Selatan kemudian melakukan operasi darurat kepada pria tersebut. Namun ternyata usaha itu malah membuat kulit sang pria berkembang menjadi bisul nekrotik. Hal ini membuat bagian bawah lengan kiri pria itu terpaksa diamputasi 25 hari setelahnya.

 

Tes mengungkapkan tangan pria itu terinfeksi vibrio vulnificus yaitu bakteri yang ditemukan di air laut. Virus tersebut dapat menyebabkan kolera. Penularan virus ini bisa melalui udara, air, dan paling sering makanan laut. Salah satu yang berisiko tinggi adalah tiram.

Vibrio vulnificus juga dapat masuk ke tubuh jika air yang tercemar virus masuk ke luka atau goresan di tubuh. Oleh karenanya banjir bisa menjadi sarana penyebaran infeksi. Termasuk air untuk kehidupan sehari-hari yang berasal dari sungai yang tercemar. Bakteri tersebut dapat berkembang dan menginfeksi di iklim hangat.

Orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, termasuk terserang penyakit hati kronis dan kanker, berada pada risiko yang lebih besar untuk terinfeksi virus vibrio vulnificus. Bahkan tidak menutup kemungkinan komplikasi akan lebih rentan terjadi. Virus ini biasanya dapat menginfeksi luka, menyebabkan kemerahan, dan pembengkakan yang menyebar ke seluruh tubuh jika tidak ditangani.

 (Baca Juga: Pesona Farah Ann, Atlet Malaysia yang Pernah Dikritik karena Umbar Aurat)

Bisa juga terjadi infeksi darah yang dikenal dengan istilah septikemia primer. Infeksi itu bisa memicu terjadinya gejala seperti demam, tekanan darah rendah, dan lesi kulit. Dalam beberapa kasus, amputasi diperlukan untuk mengangkat jaringan yang mati. Tapi tenang saja, prevalensi untuk kejadian ini cukup jarang. Namun ada baiknya berhati-hati untuk memastikan kebersihan makanan laut dan air yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

(dno)