Share

Mengapa Air Laut di Samudera Pasifik Paling Asin? Berikut Penjelasannya

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 27 Juli 2018 16:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

AIR laut sudah dikenal luas sebagai penghasil garam. India, yang memiliki garis pantai cukup panjang, merupakan salah satu negara penghasil garam terbesar di dunia. Tapi, tahukah Anda kalau kadar asin setiap air laut di 5 samudera di dunia itu berbeda-beda?

Samudera dan lautan menutupi sekira 70% muka bumi dan mengandung 97% air yang ada di dunia. Akan tetapi, air laut tidak bisa diminum begitu saja karena tingginya kadar garam. Mengapa air laut terasa asin?

  (Baca Juga:John Legend dan Penyerang Timnas Belgia Liburan di Bali, Intip Keseruannya)

Melansir dari Independent, Jumat (27/7/2018), garam adalah hasil dari erosi tanah dan mulai terbentuk ketika hujan yang mengandung karbon dioksida jatuh ke laut. Saat batuan terkikis, mineral terutama klorida dan natrium, hanyut oleh sungai dan terbawa ke lautan. Selain kandungan sodium klorida, mineral seperti magnesium, kalsium, dan potassium juga terkandung dalam air laut.

Setiap lautan diketahui punya kandungan garam yang berbeda-beda. Perairan dengan kandungan garam paling tinggi ada di Samudera Pasifik. Terletak di antara Asia dan Australia di barat dan Amerika di timur, Samudera Pasifik memiliki paling banyak garam karena sebagian wilayahnya mengalami penguapan berlebih, yang membuat air lebih padat dan asin.

 (Baca Juga:Seperti Buah Ajaib, Jeruk Nipis Punya 12 Manfaat untuk Meminimalisir Risiko Penyakit Mematikan)

Pertanyaan berikutnya adalah, air laut berada di hilir dari aliran sungai. Jika air laut asin, mengapa air yang mengalir di sungai juga tidak terasa asin? Jawabannya adalah, sungai terus-menerus menampung air hujan sehingga terhindar dari rasa asin. Sebab, kandungan garam yang ada di air sungai selalu terdorong dari hulu hingga ke muaranya, yakni air laut di mana garam berkumpul.

Menurut Administrator Perairan dan Atmosfer Nasional (NOAA) Amerika Serikat, aliran sungai yang menuju laut di seluruh dunia diperkirakan membawa 4 miliar ton garam terlarut ke lautan setiap tahun. Nah, menurut Scripps Institution of Oceanography, jika dirata-rata, air laut yang asin itu mengandung 35 gram garam untuk setiap kilogram.

(tam)